Berita Nusantara News ~ Batam, Melihat kondisi gedung dan pekarangan SMK Negeri 8 Batam, Kavling Melati, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung saat ini masih memprihatinkan, diharapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, untuk segera melakukan pembangunan penambahan ruang kelas baru. Hal itu sangat perlu dilakukan demi kenyamanan para siswa-siswi yang sedang mengikuti proses belajar.
Kepala SMKN 8 Batam Drs Refio MPd mengatakan, walaupun kondisi sekolah yang ia pimpin saat ini masih banyak kekurangan fasilitas pendukung, namun ia berupaya membenahi secara bertahap.
“Kita tetap semangat menjalankan tupoksi kita sebagaimana layaknya seorang guru. Mudah-mudahan ke depan ada peningkatan pembangunan gedung serta sarana dan prasarana di sekolah in,” ujarnya dengan optimis
Refio menyebut, sampai saat ini SMKN 8 Batam belum mendapatkan bantuan dana BOS maupun dana rutin lainnya dari pihak pemerintah. “Sampai saat ini, belum pernah dapat bantuan dana BOS maupun dana rutin lainnya dari pemerintah. Sehingga kondisinya masih seperti ini, serba minim menyangkut sarana dan prasarana. Untuk itu kita diharapkan kerja sama yang baik dengan para orang tua siswa,” pintanya.
Sementara itu, Ketua Komite SMKN 8 Batam Saptono SH juga menyebut, dalam tahun ini, SMKN 8 Batam tidak ada mendapat anggaran pembangunan dari pihak pemerintah. Hal itu dikarenakan anggaran dari Provinsi Kepri saat ini mengalami devisit. “Tahun ini tidak ada dapat anggaran pembangunan dari Pemprov Kepri. Yang lebih kita sesalkan lagi, anggaran yang pernah diajukan pak Arifin Nasir sewaktu ia masih menjabat Kadisdik Provinsi Kepri teryata tak ada diajukannya. Padahal beliau dulu berjanji sudah mengajukan sebesar Rp 1,5 miliar untuk pembangunan laboratorum serta penambahan ruangan kelas. Namun sangat kita sesalkan, karena kita coba check di kantor Dinas pendidikan Provinsi Kepri ternyata tidak ada masuk dianggarkan dalam tahun 2019 mendatang,” ucap Saptono dengan nada kesal saat ditemui dibilangan Dapur Duabelas Sei Pelunggut, Selasa (28/8).
“Kita kasihan nanti sama anak-anak yang sudah lulus, namun tak memiliki skill dan kemampuan sesuai dengan jurusanya. Itu bisa terjadi, karena tidak ada tempat praktek. Jadi kalau ada laboratorium, kan mereka sudah bisa praktek di sekolah. Hal inilah yang sangat saya pikirkan bagaimana supaya secepatnya mendapat anggaran untuk kemajuan sekolah SMKN 8 Batam ini,” katanya.
Pantauan media ini di lapangan, kondisi sekolah SMKN 8 Batam saat ini memang betul-betul sangat memprihatinkan. Seperti ruangan belajar dilantai 2 belum ada jendela. Begitu juga lantainya belum dikeramik serta dindingnya belum juga dicat. Kamar mandi juga belum layak dipakai, karena masih keadaan darurat. Yang lebih memprihatinkan lagi, jalan ke sekolah tersebut masih jalan tanah, jika turun hujan pekarangan sekolah serta jalan penuh dengan lumpur. Sehingga mengakibatkan para siswa dan guru sering terjatuh dan kesulitan menuju sekolah. (Manser)















