
Karimun – Berulang kali Presiden RI, Ir Joko Widodo selalu menekankan agar bentuk bantuan terdampak Covid-19 yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat supaya tepat sasaran, dan jangan di salah gunakan.
Pemerintah mengharapkan masyarakat ikut serta dalam mengawasi bantuan tersebut, serta presiden selalu berpesan bila di temukan bantuan tidak tepat sasaran ataupun ada kecurangan jangan takut untuk melaporkannya.
Di Kabupaten Karimun, pemerintah daerah Kabupaten Karimun telah menyalurkan 33.000 paket sembako di 12 kecamatan. Dengan rincian harga Rp 200.000,- per paket. Satu paket sembako terdiri dari beras 10 kg merek Naruto, 1 kg gula, 1 bungkus minyak makan merek slip, dan 1 kotak Intermie.
Menurut informasi dari masyarakat
harga satu sembako tidak sesuai dengan paket sembako yang diterima.
” Harga paket sembako tersebut dengan barang yang kita terima sepertinya tidak cocok atau tidak sesuai dalam dengan harga dua ratus ribu rupiah,” ujar seorang masyarakat yang tidak mau namanya dipublis.
Saat dikonfirmasi di Gedung Nasiona, Selasa (5/05) Kadis Sosial, Syapruddin terkait pendistribusian paket sembako oleh pemerintah kabupaten Karimun, ia memilih bungkam. Syafruddin tidak menjawab pertanyaan yang disampaikan awak media ini.
Tak sampai disitu, media ini masih terus mencari informasi. Pembanding Tingkat Distributor sembako di Karimun, intermie 1 kotak Rp35.000, gula 1kg Rp13.000, minyak makan slip Rp10.000 perbungkus, dan beras naruto tidak ditemukan dipasaran.
Kasi Pidsus Kajari Karimun, Ardiansyah saat dikonfirmasi terkait pengawasan kegiatan pendistribusian paket sembako menyampaikan, saat ini belum bisa memberikan komentar nanti setelah rapat evaluasi dengan pihak terkait baru bisa menyampaikan tanggapanya.
” Kita tunggu usai rapat evaluasi dengan pihak terkait,” ujar Pidsus. S.s














