Kadisperindag Kota Batam Gustian Riau Pimpin Sidak dan Razia SPBU

0
Gustian Riau didampingi Sekretaris Disperindag Ghufron dan Kabid Perindustrian dan ESDM Januar Arka, Selasa (22/2/2022), saat melakukan pengecekan di SPBU Aviari, Batuaji. (Foto: Manser)
Advertisement

BATAM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, akhir-akhir ini gencar melakukan sidak dan razia pada SPBU di Kota Batam. Hal ini dilakukan supaya setiap SPBU harus patuh dan taat terhadap aturan yang diterapkan oleh pemerintah, terkait pendistribusian atau pengisian BBM pada setiap kendaraan.

Dalam pelaksanaan penertiban tersebut, Kepala Disperindag Kota Batam Gustian Riau, langsung terjun ke lapangan memimpin sidak dan razia pada SPBU di Kota Batam.

“Kita mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya kekurangan minyak, bahkan sering kehabisan BBM di SPBU. Jadi dengan adanya laporan masyarakat tersebut, kita turun langsung ke lapangan melakukan pengecekan pada setiap SPBU,” kata Gustian Riau didampingi Sekretaris Disperindag Ghufron dan Kabid Perindustrian dan ESDM Januar Arka, Selasa (22/2/2022), saat melakukan pengecekan di SPBU Aviari, Batuaji.

Menurutnya, selama ini pihaknya dengan pengelola SPBU sudah sepakat menerapkan aturan, bahwa semua mobil yang akan mengisi BBM solar harus menggunakan kartu brizzi.

“Kita sangat menyayangkan, karena selama ini kartu brizzi itu, ternyata sering disalah gunakan oleh orang yang tak berhak menggunakannya. Rata-rata satu mobil ada ketahuan memiliki kartu brizzi 2 dan 3 kartu. Ini sudah jelas menyalahi aturan,” tegasnya.

Dengan adanya temuan itu, lanjut Gustian, pihaknya akan melakukan evaluasi kembali terkait kartu brizzi yang sudah dikeluarkan.

“Kita akan lakukan evaluasi terkait kartu brizzi yang sudah kita keluarkan. Dengan tujuan supaya masyarakat yang berhak dan membutuhkan BBM dapat merasa nyaman, sebagaimana yang diharapkan,” ujarnya.

Gustian juga menyarankan kepada pihak pengelola SPBU, agar mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Kita sarankan kepada mereka supaya taat kepada aturan yang berlaku. Kami akan turun terus ke lapangan melakukan penertiban pada setiap SPBU. Seandainya nanti ada kedapatan SPBU yang mengeluarkan solar tanpa kartu atau kartunya tidak sesuai, maka SPBU tersebut akan kami tutup untuk sementara waktu. Sama dengan yang tadi ada juga SPBU kami tutup sementara waktu, karena ada pelanggaran,” ucapnya.

Ketika ditanya, berapa SPBU di Kota Batam yang selama ini dicurigai melakukan pelanggaran? Gustian menyebut, hampir semua SPBU.

“Jadi mudah-mudahan kejadian ini menjadi pelajaran bagi SPBU yang lain. Saya sudah mengingatkan kepada petugas SPBU yang mengisi BBM ke kendaraan, supaya hati-hati, hal ini kita lakukan supaya jangan ada timbul masalah dikemudian hari,” pintanya.

Di tempat yang sama, Sony selaku Manager SPBU Aviari-Batuaji, ketika diminta keterangan terkait sidak yang dilakukan pihak Disperindag tersebut kepada media ini mengatakan, permasalahan sebenar bukan dari SPBU yang dikelolanya.

“Permasalahan timbul bukan dari SPBU kita ini, namun dari SPBU lain, yaitu masalah pengisian BBM tak sesuai dengan brizzi. Sedangkan SPBU kita ini, sesuai dengan brizzi. Jadi di SPBU kita ini tidak ada masalah, karena kita sesuai dengan aturan dari pertamina,” ungkapnya.

Pantauan media ini di lapangan, sejumlah pegawai Disperindag Kota Batam sibuk melakukan pengecekan hasil print out kartu brizzi pada SPBU Aviari- Batuaji. Sehingga sempat menarik perhatian masyarakat pengendara yang sedang mengisi BBM.

Liputan: Manser

Editor: Leo

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.