Percakapan Natanael Diluruskan Keluarga: Keinginan Pulang, Bukan Mengundurkan Diri

0
Royamser Simanungkalit Ayah Alm Bripda Natanael saat Saksi di hadapan Majelis Hakim. (F. Is)
Advertisement

BATAM — Royamser Simanungkalit, ayah almarhum Bripda Natanael Simanungkalit, meluruskan penafsiran yang berkembang terkait keterangannya di persidangan. Ia menegaskan, kalimat yang diucapkan putranya kepada ibunda bermakna keinginan untuk pulang ke rumah — bukan keinginan untuk mengundurkan diri dari kepolisian.

Klarifikasi ini disampaikan Royamser di kediamannya, usai mengikuti sidang perkara kematian putranya di Pengadilan Negeri Batam. Langkah ini diambilnya agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap konteks percakapan terakhir Natanael dengan ibunya yang sempat disampaikan di ruang sidang.

“Yang benar, almarhum meminta kepada ibunya untuk pulang ke rumah, bukan meminta untuk mundur dari kepolisian,” tegas Roy.

Royamser menjelaskan, percakapan itu terjadi secara personal antara Natanael dan ibundanya. Keinginan untuk pulang yang disampaikan almarhum kemudian mendapat respons dari sang ibu. Namun, kalimat tersebut sempat ditafsirkan berlebih dan berkembang menjadi pemahaman bahwa Natanael ingin meninggalkan jabatannya sebagai anggota Polri — hal yang ditegaskan keluarga tidak benar.

“Kata ‘pulang’ itu tidak bisa disamakan dengan keinginan untuk keluar dari institusi. Konteksnya harus dilihat secara utuh, jangan dipotong-potong,” tambah Roy.

Keluarga merasa penting untuk meluruskan hal ini, mengingat percakapan tersebut kini menjadi bagian dari rangkaian fakta yang dinilai dalam proses persidangan. Royamser menyampaikan, Natanael tidak pernah menyampaikan keinginan untuk mengundurkan diri kepada ibunya sebagaimana yang sempat diberitakan maupun dibahas publik setelah sidang sebelumnya.

“Kami ingin apa yang disampaikan anak kami dipahami sesuai makna yang sebenarnya. Jangan sampai kesimpulan yang diambil berbeda dari apa yang sebenarnya ia sampaikan kepada keluarganya,” ujar Royamser.

Klarifikasi ini tidak mengubah status keterangan yang telah disampaikan di persidangan — seluruh fakta yang terungkap tetap menjadi bahan pembuktian majelis hakim. Apakah percakapan tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan peristiwa yang menyebabkan Natanael meninggal dunia, masih harus dibuktikan melalui keterangan saksi lain, pernyataan terdakwa, serta barang bukti yang diajukan ke pengadilan.

Penilaian akhir terhadap fakta perkara sepenuhnya berada dalam kewenangan majelis hakim berdasarkan keseluruhan proses di ruang sidang. Bagi keluarga, yang terpenting adalah setiap keterangan mengenai almarhum disampaikan secara akurat dan tidak keluar dari konteks aslinya.

Persidangan perkara ini masih akan berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti pendukung lainnya. Di luar ruang sidang, klarifikasi keluarga ini menjadi pengingat bahwa setiap kata yang terungkap dalam proses hukum perlu ditinjau secara hati-hati dan menyeluruh sebelum diambil kesimpulan. Royamser berharap kebenaran yang utuh dan objektif dapat terungkap tanpa distorsi, agar nama baik putranya tetap terjaga sekaligus keadilan dapat ditegakkan bagi semua pihak dalam perkara ini.

Penulis: Redaksi

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.