IWO Kalsel Dorong Media Online di Daerah Tulisan Investigasi

0
Advertisement

Berita Nusantara News ~ Ikatan Wartawan Online (IWO) Kalimantan Selatan mendorong kapasitas anggotanya untuk menekuni kerja jurnalistik penulisan investigasi. Ketua IWO Kalsel, Anang Fadhilah, mengatakan media online di daerah mesti menyuarakan kebenaran sesuai fungsi pers, khususnya lewat penulisan investigasi membongkar skandal pelanggaran.

“Pers lokal dituntut lebih objektif, berani mengungkap kebenaran,” ucap Anang Fadhilah selepas workshop dan coaching clinic Investigasi Bersama Tempo di kantor Banjarmasin Post, Selasa (24/4/2018).

Anang mengingatkan awak media tetap menjaga keselamatan diri ketika meliput topik investigasi. Maklum, ia mengakui kerja jurnalis di Kalsel masih rentan dikriminalisasi karena ketidakpuasan pihak-pihak yang dirugikan atas liputan wartawan.

Meski dihadapkan persoalan di daerah, Anang berharap anggota IWO Kalsel berani mengungkap ketidak adilan yang merugikan kepentingan publik lewat karya investigasi. “Ini tantangan pers di Banua (Kalsel),”kata Anang.

Ia tertarik atas inisiatif Tempo menawarkan program beasiswa IBT. Namun, Anang mempertanyakan keselamatan jurnalis lokal yang rentan menerima ancaman atas liputan investigasi.

Menurut dia, Tempo memberikan kiat bagi jurnalis lokal yang ingin mengerjakan liputan investigasi. “Di daerah, banyak wartawan bekerja di media-media kecil dan sangat rentan keselamatannya. Program ini memang bagus meningkatkan kemampuan wartawan lokal menulis investigasi,” kata Anang Fadhilah.

Tempo Media Group mengajak pekerja media lokal di Kota Banjarmasin melakukan kerja jurnalistik investigasi bersama Tempo. Menager Program Investigasi Bersama Tempo (IBT), Ramidi, mengatakan program IBT bertujuan membangun kapasitas jurnalis lokal dalam peliputan investigasi.

Ia menyasar Kota Banjarmasin karena banyak isu pertambangan dan lingkungan hidup yang layak diinvestigasi lebih lanjut. “Kami mengajak rekan-rekan jurnalis bekerja sama dengan Tempo menulis isu investigasi yang jadi kepentingan publik. Ini tahun ketiga program IBT, sejak tahun 2016,” kata Ramidi.

Menurut dia, jurnalis lokal bisa mengajukan proposal peliputan untuk mendapatkan bea siswa (fellowship) dari Tempo. Ia mengatakan jurnalis penerima fellowship IBT selalu naik, sejak dibuka pada 2016. Di tahun awal program, kata Ramidi, penerima fellowship sebanyak enam jurnalis dan 10 jurnalis pada 2017.

“Tahun 2018, kami targetkan naik menjadi 14 penerima fellowship. Penulisan ini akan terbit di Tempo Group dan media lokal terpilih,” ujar Ramidi. Tempo juga merangkul Walhi Kalsel dan CERA Asia untuk mendukung program IBT.

Penanggung jawab desk nasional majalah Tempo, Anton Aprianto memberi tips keselamatan jurnalis dan sikap kerja liputan investigasi. Menurut Anton, wartawan harus bernaung dalam organisasi profesi dan mendekati pemimpin kepolisian dan tentara demi menjaga keselamatan jurnalis.

“Saya salut dengan bapak (Anang Fadhilah) sebagai ketua Ikatan (IWO Kalsel). Memang harus bernaung, seperti di AJI. Kalau ada yang dikriminalisasi, organisasi bisa bergerak bersama membela anggota,” kata Anton.

Pimpinan Redaksi Banjarmasin Post, Musyafi, merespons positif ajakan redaksi Tempo untuk menulis investigasi bersama. Ia mengatakan Banjarmasin Post sejatinya punya visi sama dalam hal penulisan investigasi. Menurut dia, kematian koran cetak lebih cepat ketika enggan melakukan kerja investigasi.

“Yang bisa memperpanjang nyawa koran cetak, hanya berita eksklusif lewat tata cara investigasi yang benar,” ujar Musyafi.

Walhi dan CERA berfokus menjabarkan dampak buruk energi fosil dan kerusakan lingkungan hidup. Data kerusakan lingkungan akibat eksploitasi energi fosil bisa dijadikan bahan penulisan investigasi. (Ikatan Wartawan Online)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.