TANJUNGBALAI | Isu dugaan pungutan liar kembali menerpa dunia pendidikan Pemerintah Kota Tanjungbalai, Provinsi Sumatera Utara. Kali ini dugaan adanya jual beli jabatan terutama jabatan kepala sekolah. Konon bagi siapa yang mau menjadi Kepala Sekolah SD maupun SMP Negeri di kota kerang itu dibandrol dengan harga berkisar antara 20 sampai 25 jutaan rupiah.
Dugaan jual beli jabatan ini kembali menguap ke permukaan dan menjadi bahan pergunjingan di kalangan guru dan tenaga pengajar di lingkungan Pemkot Tanjungbalai. Disebutkan dalam waktu dekat ini Pemkot Tanjungbalai akan melakukan pelantikan sebanyak 24 Kepala Sekolah SD dan SMP Negeri.
Agar dapat dilantik menjadi Kepala Sekolah baik SD maupun SMP harus menyiapkan uang sebesar 20 sampai 25 jutaan. Uang tersebut diserahkan kepada oknum Plt yang saat ini merangkap Kadis di salah satu dinas melalui stafnya berinisial Alf dan rekannya ARP salah seorang Kabid dari instansi lainnya di Pemkot Tanjungbalai, ucap salah seorang guru yang tak ingin disebut namanya kepada Beritanusantaranews, Jumat (30/09/2022).
Untuk memuluskan aksi jual beli jabatan tersebut agar tak tercium aktivis LSM dan wartawan Kota Kerang, eksekusi penyerahan uangnya dilakukan di Asahan tepatnya di salah satu rumah makan di Kota Kisaran.
“Uang tersebut diserahkan kepada Alf dan ARP di restoran ‘K’ di Kelurahan Bunut, Kota Kisaran Barat Kabupaten Asahan,” pungkas warga Kota Tanjungbalai itu.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai Hj. Delima SPd, MM yang dikonfirmasi via WhatsApp, Jumat (30/09/2022) sekira pukul 15.00 Wib, membantah dan menyatakan dugaan jual beli jabatan Kepala Sekolah tersebut tidak ada.
Itu tidak benar, jawab Hj. Delima singkat sembari menjelaskan saat ini dirinya sedang tugas luar dan tidak menjawab pertanyaan wartawan terkait info adanya rencana pelantikan sebanyak 24 Kepala Sekolah SD dan SMP Negeri di lingkungan Pemkot Tanjungbalai.
“Saya lagi tugas luar. Isu tersebut tidak benar, apalagi dilakukan di rumah makan Keraton. Jelas tidak ada, katanya sembari mengakhiri pembicaraan dan menutup teleponnya.(ibs)
Editor: Crates
















