BINTAN – Gelaran Bintan Trekking 2026 yang dirangkai dengan Kenduri dan Festival Durian Bintan di Lapangan Bukit Berkabur, Desa Gunung Bintan, Kabupaten Bintan, Minggu (26/7/2026) menuai kekecewaan dari warga yang hadir. Padahal kegiatan tersebut mengusung tema “Kenduri” yang seharusnya menjadi ajang makan bersama.
Harapan untuk menikmati durian secara bersama-sama ternyata tidak terwujud di lapangan. Sejumlah warga mengaku kecewa lantaran buah durian justru hanya dinikmati oleh pejabat dan tamu undangan, sementara masyarakat umum yang hadir hanya bisa melihat dari jarak jauh.
“Saya datang jauh-jauh dari Tanjungpinang. Di spanduk tertulis jelas Festival Durian, yang artinya makan bersama. Tapi kenyataannya yang makan hanya pejabat, kami hanya disuruh menonton,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan identitasnya, dilansir dari laman resmi poroskepri.
Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Bintan Roby Kurniawan, Sekretaris Daerah Bintan, jajaran perangkat daerah, serta tokoh masyarakat dari Bintan maupun Tanjungpinang.
Sebelumnya, Bintan Trekking dan Festival Durian digelar dengan tujuan mempromosikan potensi wisata serta hasil pertanian unggulan daerah, khususnya durian lokal. Tradisi kenduri sendiri dimaknai sebagai wujud rasa syukur dan perekat kebersamaan warga yang rutin digelar saat musim durian tiba.
Namun antusiasme warga yang datang berbondong-bondong tidak sebanding dengan akses yang diberikan untuk menikmati durian secara langsung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari panitia pelaksana maupun Pemerintah Kabupaten Bintan terkait aturan pembagian durian dalam acara tersebut. Warga berharap kegiatan serupa ke depannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, dan tidak sekadar menjadi seremoni semata.
Editor: Arifin

















