Karyawan Link Hotel Batuaji Dipecat, Vanny: Saya tak tinggal diam

0
Link Hotel Batuaji - Batam (foto|dok.)
Advertisement

BATAM – Vanny Fadhila seorang karyawan sebagai Resepsionis diberhentikan bekerja secara sepihak oleh Manajemen Link Hotel.

Seperti biasa, Vanny Fadhila berangkat dari rumah untuk bekerja sebagai Resepsionis di Link Hotel Batuaji, tepatnya di Komplek Pertokoan Liminda Blok D 6-8, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji, Batam. Namun nasib karyawan Hotel ini di masa pendemi covid-19 malah dicegat (dilarang) untuk bekerja secara sepihak oleh Manajemen Link Hotel Batuaji.

Diceritakan Vanny, sekitar pukul 14:50 WIB, Sabtu (28/11/2020), ia dicegat (dilarang masuk) oleh pihak Security Link Hotel. Sementara, alasan pelarangan yang dilakukan Security adalah perintah dari Bos (Owner) Link Hotel.

“Saya dilarang masuk untuk bekerja oleh Security. Alasannya perintah Owner,” kata Vanny kepada sejumlah Media.

Lanjut Vanny, dirinya mengaku kesal dengan tindakan yang dilakukan oleh pihak Manajemen Link Hotel Batuaji. Pasalnya, jika dirinya dihentikan bekerja, seharusnya melalui tahapan yang berlaku.

“Harusnya diselesaikan dengan aturan yang berlaku, jangan sepihak dan semena-mana. Padahal kontrak saya baru berakhir bulan Maret 2021, dan itu tertulis di Surat Perjanjian Kerja. Saya tak akan diam,” katanya.

Vanny berharap, jika pihak Menegement Link Hotel Batuaji tidak lagi mempekerjakan dirinya. Maka haknya selaku karyawan yang berkaitan dengan aturan Ketenagakerjaan diberikan.

“Kalau saya dipecat, diberikanlah hak saya dengan cara mengadakan mufakat. Jangan terkesan saya ditelantarkan seperti ini,” ucapnya dengan nada sedih.

Sementara itu, Chief Security Hotel, saat ditemui dilokasi menyampaikan pihaknya melakukan tindakan pencegatan tersebut sesuai arahan pimpinan.

“Kita hanya menjalankan amanah dan perintah pimpinan kita pak,” kata Namo kepada media ini.

Dalam perjanjian kerja yang diterima media ini, pasal 5 berbunyi; Apabila pihak pertama ataupun pihak kedua mengakhiri perjanjian kerja untuk waktu tertentu sebelum waktunya berakhir, maka pihak yang mengakhiri perjanjian kerja tersebut wajib memberikan waktu 1(satu) bulan kepada pihak lainnya, kecuali apabila putusnya hubungan kerja karena alasan memaksa/kesalahan berat pekerja.

Sedangkan pasal 6 berbunyi; Segala perselisihan yang timbul akibat perjanjian kerja ini, akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat, dan apabila tidak dapat diselesaikan kedua belah pihak, akan menyelesaikannya melalui Kantor Pengadilan Negeri Kota Batam.

Dalam poin pasal 6 perjanjian kerja diatas, ada yang janggal dengan penyelesaian perselisihan perjanjian kerja. Dimana, jika pihak pertama dan pihak kedua tidak bisa menyelesaikan perselisihan, maka akan diselesaikan di Kantor Pengadilan Negeri Batam, bukan di Disnaker Kota Batam atau di Pengadilan Hubungan Industrial Tanjungpinang.

Sampai berita ini dipublikasikan, pihak manajemen Link Hotel masih berusaha untuk dikonfirmasi media ini. (TIM)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.