Kejati Kepri Diminta Periksa Kabid Bina Marga Kabupaten Karimun Soal Proyek Pengaspalan Jalan di Paret Gantung Desa Sei Sebesi

0
Ket, Kondisi Jalan di Paret Gantung RT.02/RW.01, Desa Sei Seibesi yang baru diaspal nampak sudah terbongkar dan tambal sulam, Kamis (9/12/2021). [Foto: Sajirun s/ beritanusantaranews]
Advertisement

KARIMUN – Pembangunan jalan bertujuan untuk mempermudah akses jalan yang menghubungkan satu tempat ke tempat yang lain. Dan biasanya, jalan yang baru diaspal harusnya bagus dan mulus.

Ket, Kondisi Jalan di Paret Gantung RT.02/RW.01, Desa Sei Seibesi yang baru diaspal nampak sudah terbongkar dan tambal sulam, Kamis (9/12/2021). [Foto: Sajirun s/ beritanusantaranews]
Namun, proyek pengerjaan jalan di jalan Paret Gantung merusak pemandangan. Terlihat jelas, dimana jalan Gantung RT.02/RW.01, Desa Sei Sebesi, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, yang baru selesai diaspal sudah rusak, dan dinilai dibangun asal jadi.

 

Salah seorang masyarakat Mardi (62) menyampaikan ke awak media ini, jalan ini di bangun sekitar 6 bulan yang lalu. Seperti yang bapak lihat jalanya sudah banyak rusak, aspalnya terbongkar. Bahkan sudah diperbaiki beberapa waktu lalu tapi sudah rusak lagi.

“Kondisi tanah disini merah, seperti lumpur hidup. Jadi maunya sebelum diaspal jalanya dikeraskan dulu baru dilakukan pengaspalan agar tidak cepat rusak seperti ini,” pungkasnya.

Pantauan di Paret Gantung beberapa waktu yang lalu, proyek pengerjaan jalan yang baru selesai dikerjakan jelas terlihat jalanya banyak tambal sulam, dan aspalnya terbongkar.  Proyek jalan yang baru selesai diaspal tersebut sudah terlihat rusak. Bahkan tampak tambal sulam serta aspalnya sudah terkelupas.

Saat dikonfirmasi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karimun, Cahyo Prayitno ST, selaku Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, belum menanggapi konfirmasi yang disampaikan awak media ini, dan sampai berita ini di publikasikan, Cahyo dinilai tertutup soal proyek pengerjaan tambal sulam di Parit Gantung.

Sikap yang dipertontonkan Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Karimun ini telah mencoreng dan menodai Piagam Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Sebelumnya pemerintah Kabupaten Karimun menerima Piagam KIP yang diterima oleh Sekda M Firmansyah. Piagam KIP tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad baru baru ini di Tanjungpinang. Dimana di Provinsi Kepri, Kabupaten Karimun meraih urutan ketiga dalam hal keterbukaan informasi publik.

Ket, Kondisi Jalan di Paret Gantung RT.02/RW.01, Desa Sei Seibesi yang baru diaspal nampak sudah terbongkar dan tambal sulam, Kamis (9/12/2021). [Foto: Sajirun s/ beritanusantaranews]
Foto: Kondisi Jalan yang baru selesai dikerjakan.

Selain proyek pengerjaan jalan di Parit Gantung dikerjakan asal-asalan, proyek jalan di Desa Lubuk, dan jalan di Depan Stadion Badang Perkasa mengalami nasib yang sama juga.

Begitu banyaknya jalan baru dibangun sudah rusak di Kabupaten Karimun. Hasil pengerjaan tersebut dinilai kurangnya pengawasan dari Dinas Bina Marga. Pengamatan disekitar Pulau Kundur yakni banyak proyek dari Bina Marga tidak ada plang proyeknya atau terkesan proyek siluman, dan hampir setiap tahunnya seperti itu.

Ditempat terpisah, pada Kamis 9 Desember 2021, Aktivis muda dari Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Aspirasi Masyarakat (LSM-JARAK) PAC Kabupaten Karimun, Arman Swandi SH angkat bicara, dalam hal ini Cahyo Payitno ST, selaku Kabid Bina Marga mempunyai tanggungjawab penuh dalam mengawasi pengerjaan setiap proyek dibidangnya. Lalu semua aturan harus di tegakkan, seperti plang proyek itu perlu agar masyarakat bisa turut serta mengawasi pembangunan yang sedang berjalan, dan hasilnya bagus serta tidak terkesan menghambur-hamburkan anggaran yang merupakan uang rakyat.

Masih menurut Arman, melihat begitu banyaknya proyek jalan yang baru diaspal sudah rusak, seperti jalan yang di Paret Gantung dan yang lainnya. Proyek seperti ini hampir terjadi tiap tahunnya.

“Dalam waktu dekat ini kita meminta Kejati Kepri mengusut proyek di Desa Sei Sebesi demi kepentingan masyarakat agar uang rakyat tidak digunakan sia-sia. Kita akan melaporkan proyek jalan yang bermasalah ke Kajati Kepri. Kita meminta penegak hukum segera memanggil Cahyo Prayitno ST selaku Kabid Bina Marga, serta kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut biar jelas dimana letak permasalahanya,” pungkasnya. (Sajirun s)

Editor: Gopok

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.