Kepada Menteri Airlangga Hartarto, Edy Rahmayadi Sampaikan Kabar Terkini Perekonomian Sumatera Utara

0
Sekretaris Daerah, Drs. John Hardi Nasution MSi dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengikuti Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Perkembangan Covid - 19 Provinsi Sumatera Utara secara virtual dari Command Center kantor Bupati Asahan, Kamis (09/09/2021).
Advertisement

Sekdakab Asahan Ikuti Rakor Monitoring dan Evaluasi Perkembangan Covid-19 Secara Virtual

KISARAN – Pemerintah Kabupaten Asahan diwakili Sekretaris Daerah, Drs. John Hardi Nasution MSi dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengikuti Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Perkembangan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara secara virtual dari Command Center kantor Bupati Asahan, Kamis (09/09/2021).

Dalam Rakor itu Sekdakab Asahan terlihat didampingi Kepala BPBD; Asrul Wahid, Kepala Dinas Kesehatan; dr. Elfina Tarigan, Kepala Dinas Sosial; Samsuddin SH, Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan; Drs. Witoyo, Kasatpol PP; Sofyan Manulang dan Kepala Bagian Ekonomi Setdakab; Ali Mughofar.

Baca :

Kemudian dalam Rakor itu Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyampaikan perkembangan dan penanganan Covid-19 kepada pimpinan rapat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Dr. (HC) Ir. Airlangga Hartarto MBA, MMT. Dia meyampaikan bahwa di Sumatera Utara kasus aktif telah menurun dari 23,57 persen menjadi 19,51 persen, dan tingkat keterisian Rumah Sakit (BOR) cenderung menurun mencapai sebesar 29,61 persen di bawah ambang maksimal WHO yakni 60 persen.

Dijelaskan Gubernur, target vaksinasi di Sumatera Utara sebanyak 11.419.559 orang. Yang telah direalisasikan untuk dosis I sebanyak 2,6 juta orang atau sebesar 23 persen. Untuk dosis II sebanyak 1,6 juta orang atau sebesar 14 persen, dan Dosis III sebanyak 24,715 juta orang atau sebesar 34,78 persen.

“Sedangkan untuk status PPKM di Provinsi Sumatera Utara ada 13 kabupaten/kota yang berada pada PPKM level 4, sebanyak 17 kabupaten/kota yang berada pada PPKM level 3, dan sebanyak 13 kabupaten/kota yang berada pada PPKM level 2,” ujar Edy Rahmayadi.

Selanjutnya Gubsu menyampaikan kondisi perekonomian terkini Sumatera Utara. Pada saat ini pertumbuhan ekonomi pada semester I Tahun 2021 sebesar 4,95 persen. Dimana pertumbuhan tertinggi berasal dari ekspor sebesar 18 persen, dan produksi pertanian dan perkebunan sebesar 4,9 persen.

Kemudian dari sisi pengeluaran pertumbuhan ekonomi berasal dari kontribusi konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 5,14 persen diantaranya diakibatkan meningkatnya daya beli masyarakat yang di topang dari Bantuan Sosial Tunai dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional. Dan sampai 31 Agustus 2021 realisasi PEN di Sumatera Utara tercatat mencapai sebesar Rp 176 Triliun atau sebesar 5,75 persen dari total anggaran PEN sebesar Rp 347 Triliun.

Dalam kesempatan itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dr. (HC) Ir. Airlangga Hartarto MBA, MMT selanjutnya menyerahkan bantuan berupa obat – obatan dan vitamin dari Kementerian Kesehatan RI kepada Pemprovsu yang diterima langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Airlangga Hartarto menyampaikan jumlah kasus aktif per 8 September 2021 di Sumatera Utara sebanyak 15.685 kasus, menurun sebesar 37,42 persen dibandingkan pada 9 Agustus yang lalu. Dan berdasarkan asesmen situasi pandemi di Sumatera Utara berada pada level 3. Untuk tingkat konfirmasi kasus relative rendah dan berada di level TK – 2. Sedangkan angka kematian rendah di Level TK – 1 dan Rawat Inap (BOR) di Level TK-3.

Ditambahkannya, setidaknya terdapat 7 kabupaten/kota di Sumatera Utara mengalami kenaikan level Asesmen, 9 kabupaten/kota mengalami penurunan level Asesmen, dan 17 kabupaten/kota tetap. Sedangkan untuk capaian testing sendiri Provinsi Sumatera Utara termasuk tertinggi secara nasional sebanyak 14 kabupaten/kota berada di atas 90 persen, sebanyak 8 kabupaten/kota berada antara 50 sampai 90 persen, dan 11 kabupaten/kota yang berada di bawah 50 persen.

Sedangkan di bidang ekonomi, Provinsi Sumut pada kwartal kedua di tahun 2021 mengalami pertumbuhan positif sebesar 4,95 persen lebih dari nasional 7,07 persen.  Dari sisi lapangan usaha, share tertinggi adalah sektor Pertanian mencapai sebesar 21,33 persen diikuti Industri sebesar 19,3 persen dan Perdagangan sebesar 6,9 persen, pungkas Menko Perdagangan RI.(ibs)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.