Komisi III DPRD Batam Janji Panggil Perusahaan Penghasil Limbah B3

0
Rapar Dengar Pendapat di Gedung DPRD Batam.
Advertisement

Batam ~ PT Haikki Green yang beralamat di Kabil telah mengantongi izin pemanfaatan limbah B3 jenis karbit dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Hal itu terungkap pada saat rapat dengar pendapat (RDP), di DPRD Kota Batam pada 8 Oktober 2018 di ruang rapat Komisi III.

Izin yang dimiliki oleh PT Haikki Green pada tahun 2016 dalam pemanfaatan limbah B3 berlaku sampai tahun 2021.

Dalam rapat, anggota DPRD Batam Nono menyebutkan PT HG telah menimbun limbah B3 bertahan-tahun sebanyak 15 ribu ton sehingga menjadi kabar nasional bahkan menjadi perhatian pusat terlebih Komisi VII DPR RI akan segera mengadakan Rapat di Senayan.

”Situasi seperti ini tidak boleh dibiarkan, PT  HG harus segera bekerjasama dengan Aspel B3 Indonesia untuk secepatnya limbah tersebut harus diangkat atau clean up,”  himbau Cak Nono, seperti dilansir hmsnews.

Dikatakan Nono, Limbah B3 dalam kurun 3 bulan harus sudah tuntas, namun jika tidak tuntas maka saya akan menindaklanjuti bahkan saya akan memenjarakan mereka yang coba-coba bermain dalam merusak lingkungan hidup.

Ery selaku owner PT Haikki Green di ruang RDP sebelum menanggapi pernyataan dari Nono Hadisiswanto meminta kesepakatan seluruh yang hadir bahwa ‘kita bersaudara’ serta meminta kepada forum untuk tidak memperberat  kesalahan dan kelalaian perusahaannya terkait kegagalan dalam mengelolah limbah B3 yang telah lama di timbun tersebut, seperti pernyataan Nono Hadisiswanto.

”PT Haikki Green tidak diperbolehkan melakukan pengiriman limbah B3 tersebut, sebab mendapat sanksi dari BP Batam sehingga harus menimbun sampai sekian banyak,” ucap Ery sembari mengeluh dalam forum RDP.

Hal senada dengan pihak PT Haikki Green disampaikan juga oleh Jeffry Simanjuntak selaku anggota Komisi III DPRD Batam untuk melakukan pembenaran langkah yang telah dilakukan oleh pihak perusahaan sebab telah mengantongi izin pengolahan limbah B3.

PT Haikki Green Masih punya waktu 3 tahun lagi sesuai dengan izin yang dikantongi. ”Maka perkenankan untuk menjalankan aktifitas tersebut,”ucap Jeffry Simanjuntak.

”PT Haikki Green dari tahun 2016 sampai 2018 dapat mengubah limbah B3 menjadi bata dan paving blok dan perlu diketahui awalnya limbah B3 sebanyak 19 ton menjadi 15 ton,” Jeffry Simanjuntak menambahkan.

Menutup RDP terkait limbah B3 selaku pimpinan Nyanyang Harris Pratamura berjanji akan menghadirkan perusahaan penghasil limbah B3 dalam RDP selanjutnya sehingga ikut bertanggungjawab terhadap proses pemusnahan limbah B3 membantu meringankan PT Haikki Green nantinya.(rdk)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.