Kunjungan Peserta Rakernas III PJS ke Pulau Penyengat, Mengenal Pusat Peradaban Melayu dan Akar Bahasa Indonesia

0
Tokoh Budaya Melayu, Raja Malik Raja Hamzah, saat menerima kunjungan rombongan pengurus dan peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pro Jurnalismedia Siber (PJS), Jumat (6/11/2026).
Advertisement

Warisan Pulau Penyengat: Dari Benteng Perang Hingga Lahirnya Bahasa Persatuan

TANJUNGPINANG — Pulau Penyengat, destinasi wisata religi dan peninggalan kerajaan Melayu di Tanjungpinang, menyimpan peran strategis yang luar biasa dalam sejarah perjuangan melawan penjajah, perkembangan peradaban Melayu, serta kelahiran bahasa Indonesia. Hal tersebut disampaikan tokoh budaya Melayu, Raja Malik Raja Hamzah, saat menerima kunjungan rombongan pengurus dan peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pro Jurnalismedia Siber (PJS), Jumat (6/11/2026).

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba, beserta jajaran pengurus, mendengarkan penjelasan sejarah di kawasan Makam Raja Hamidah atau Engku Putri, sekitar pukul 10.30 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan budaya setelah pelaksanaan Rakernas III PJS di Batam pada 4–5 November 2026.

Rombongan Rakernas III PJS di Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat Kota Tanjungpinang, pada Jumat (6/11/2026).

Raja Malik menjelaskan bahwa Pulau Penyengat bukan sekadar kawasan bersejarah, melainkan pernah menjadi pusat pertahanan dan pemerintahan yang kuat pada masa Kesultanan Riau-Lingga. Pada masa Perang Melawan Belanda tahun 1782–1784, pulau ini dilengkapi benteng dan meriam yang sisa-sisanya masih dapat ditemukan hingga kini di perbukitan pulau tersebut.

Selain dikenal sebagai pusat pertahanan, Pulau Penyengat juga memiliki sebutan istimewa, yaitu “Pulau Mas Kawin”. Nama ini bermula ketika Sultan Mahmud Riayat Syah menghadiahkan pulau tersebut kepada Raja Hamidah, putri Raja Haji Fisabilillah, sebagai hadiah perkawinan cerita yang diwariskan secara turun-temurun hingga saat ini.

Salah satu penjelasan yang paling menarik perhatian rombongan adalah peran pulau ini dalam sejarah bahasa dan kesusastraan. Pulau Penyengat pernah dikenal dengan sebutan Bustan al-Katibin atau taman para penulis. Pada abad ke-19, tradisi menulis, penerjemahan, dan pengembangan ilmu pengetahuan berkembang pesat di sini tidak hanya di kalangan istana, tetapi juga masyarakat luas, termasuk kaum perempuan.

“Pulau Penyengat ini kecil, tetapi sumbangannya sangat besar. Bahasa Melayu yang dahulu menjadi bahasa perdagangan kemudian ditinggikan martabatnya menjadi bahasa persuratan dan kesusastraan. Dalam perjalanan sejarahnya, bahasa Melayu menjadi dasar perkembangan bahasa Indonesia,” ujar Raja Malik.

Tokoh besar seperti Raja Ali Haji lahir dan berkarya di pulau ini, memberikan kontribusi besar bagi tata bahasa, kamus, dan kesusastraan Melayu. Tradisi percetakan pun sudah ada di sini sejak abad ke-19, memungkinkan karya-karya intelektual masyarakat Melayu tersebar luas ke berbagai wilayah.

Melalui Yayasan Kebudayaan Indera Sakti, upaya pelestarian terus dilakukan. Hingga saat ini, terhimpun hampir seribu judul naskah lama yang mencakup berbagai bidang ilmu, mulai dari sejarah, agama, sastra, hukum, hingga pengobatan — termasuk karya-karya perempuan Melayu pada masa lampau.

Raja Malik menekankan bahwa warisan sejarah tidak cukup hanya dijaga secara fisik. Nilai-nilai di dalamnya harus dipahami dan ditransmisikan kepada generasi muda. Hingga kini, Pulau Penyengat masih dikunjungi wisatawan dari berbagai negara, termasuk Singapura dan Malaysia, yang ingin menelusuri akar sejarah dan kekerabatan dunia Melayu.

Bagi rombongan PJS, kunjungan ini bukan sekadar wisata sejarah. Para insan pers diingatkan akan pentingnya peran media dalam memperkenalkan, melestarikan, dan menjaga warisan budaya bangsa agar tidak hilang ditelan zaman. Sebagaimana dikatakan Raja Malik. Pulau ini mungkin kecil secara geografis, tetapi sumbangannya terhadap bahasa dan identitas bangsa Indonesia tidak ternilai harganya.

Editor: Arifin

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.