LSM GNPK-RI Protes Keras Cara Pengolahan Limbah Pabrik PT RAPP

0
Ketua LSM GNPK-RI Kabupaten Pelalawan, Abdul Murat. (Foto: Pranseda)
Advertisement

PELALAWAN – Persoalan matinya jenis ikan tawar di sungai Kampar yang diduga akibat tercemari oleh limbah pabrik PT. RAPP, menuai tanggapan dari elemen masyarakat. Salah satunya, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GNPK-RI Kabupaten Pelalawan Abdul Murat mengungkapkan protes cara pengolahan limbah pabrik kertas terbesar di Asia itu.

Baca: Ratus Ekor Ikan Tawar Mati mendadak, Diduga Kuat Akibat Limbah Berbahaya

Pengurus komunitas PATAR (Pekan Tua Lestari) itu mengungkapkan, sudut pandangnya yang cukup menohok. Dia katakan bahwa, rusaknya ekosistim sungai Kampar, akibat pencemaran lingkungan hidup yang diduga dari limbah pabrik PT. RAPP.

“Persoalannya, ketika di lakukan Sidak (inspeksi mendadak) oleh Komisi II DPRD Pelalawan pada Kamis, 25 Maret 2021, dugaan pencemaran lingkungan hidup dari limbah pabrik perusahaan tersebut seakan terbantahkan,” ujar Murat.

Menurut Murat, bicara dampak limbah pabrik PT. RAPP yang dirasakan warga sekitar terutama warga Pangkalan Kerinci selama ini menjadi polemik besar. Seperti bau busuk yang cukup menyengat dihidung setiap saat dirasakan warga. Juga ikan-ikan disungai Kampar yang mati mendadak, diduga kuat akibat pencemaran lingkungan dari limbah pabrik pengolah bubuk kertas terbesar di Asia itu.

Dikatakannya, ini bisa terjadi karena selama ini tidak pernah ada tindakan yang bisa dilakukan dalam mengatasi persoalan tersebut. Pada hal faktanya, dampak dari bau busuk udara yang diduga akibat limbah PT. RAPP itu, benar-benar dirasakan oleh warga, tapi tidak bisa ditindak dengan alasan tidak bisa dibuktikan. Atau benar apa yang dikatakan oleh dr.Elvy Sang pakar lingkungan?. “Bahwa sebenarnya pemimpin atau pemerintah kita tahu setiap persoalan yang terjadi namun tidak punya daya untuk melawannya karena ada orang orang sakti mandraguna yang tidak atau bukan lawan kita,” ujarnya.

Lanjut Murat lagi, persoalan matinya ikan disungai, juga demikian. Seperti peristiwa matinya ikan disungai Kampar diseputaran lokasi pabrik PT. RAPP, sudah berulang kali terjadi. Nah kalau ikan mati secara tiba-tiba dalam jumlah cukup banyak dialur sungai besar seperti sungai Kampar, itu dipastikan akibat suatu pencemaran lingkungan.

“Terlepas dari apa penyebabnya dan dari mana asal muasal pencemarannya tersebut, mari kita kesampingkan dulu. Harusnya dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) dan pemerintah daerah Kabupaten Pelalawan melakukan penyelidikan secara serius terkait persoalan ini. Pihak pihak yang berkompeten dibidangnya diminta melakukan pemeriksaan secara khusus terkait untuk mencari bukti-bukti dan fakta yang ada dari kejadian ini, supaya masyarakat tidak resah dan terkesan dibodoh bodohi atau ditipu tipu, pungkasnya menegaskan,” ungkapnya. (Pranseda)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.