Ombudsman Wilayah Kepri Tanggapi Keras Soal RAB Pemasangan Jaringan Listrik di Sagulung

0
Foto Tiang Listrik di Wilayah Kecamatan Sagulung, Kota Batam. Foto:mbnn
Advertisement

BATAM – Kepala Perwakilan Ombudsman wilayah Kepulauan Riau, Lagat Parroha Patar Siadari menyarankan kepada pengelola tenaga kelistrikan yakni bright PLN Batam untuk menjelaskan ke publik Rencana Anggaran Biaya (RAB) terkait harga batasan tertinggi dan harga batasan terendah terhadap harga tiang listrik yang akan dibebankan kepada calon pelanggan.

Baca : Soal Hitungan Biaya Tiang Listrik, Humas PLN Batam: Itu Teknis Dilapangan

“Seharusnya pihak Bright PLN Batam menjelaskan RAB harga batasan tertinggi dan harga batasan terendah. Saya tidak tahu apakah seharusnya RAB itu harga batasan tertinggi atau harga batasan terendah, itu di SK-kan oleh peraturan Direktur Bright PLN Batam,” ungkapnya.

Ia mengatakan harga itu tidak boleh berubah ubah. Harusnya ada SK penetapan harga.

“Tidak bisa berubah-ubah sampai tiga kali. Nah kalau itu terjadi maka itu tidak benar gitu loh. Karena perubahan itu gak bisa, sekarang berubah, besok berubah, besoknya lagi berubah. Itu gak bisa, harus ada SK penetapan harga,” tegasnya.

Lagat menambahkan, biasanya harga perubahan itu minimal sekali setahun berubah. “Kalau belum ada perubahan, berarti masih berlaku SK penetapan sebelumnya,” kata Lagat Siadari, kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).

Tanggapan Kaper Ombudsman Kepri itu terlontar ketika ada tindakan perbuatan dinilai dapat merugikan calon pelanggan baru (konsumen) yang diduga sengaja dilakukan oleh oknum, atau pihak tertentu dari PT. Bright PLN Batam Cabang SP Plaza.

Calon pelanggan baru Bright PLN Batam atas nama Pineop Siburian, dan juga Sahat Sibagariang, warga Kavling Sumber Seraya Blok D16 RT 04 RW 08, Kelurahan Sei Langkai, Kecamatan Sagulung, beberapa waktu lalu.

Dimana kepada dua orang warga Sagulung ini, oleh pihak Bright PLN Batam, melalui Bright PLN Cabang SP Plaza, diketahui meminta harga yang cukup tinggi untuk pemasangan jaringan tiang listrik baru di lingkungan rumah kedua warga tersebut.

Selain itu juga diketahui adanya perubahan harga yang berubah-ubah dari harga tiang listrik yang dibebankan kepada kedua orang calon pelanggan baru PLN Batam tersebut.

Sehingga harga tidak ditentukan berdasarkan harga sepihak seperti yang berlaku kepada Pineop Siburian dan juga Sahat Sibagariang, warga Kavling Sumber Seraya tersebut. (Tim/red)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.