Petugas Bea dan Cukai Karimun Berhasil Lakukan Penagahan Terhadap Penumpang Asal Malaysia

0
Advertisement

Karimun – Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP B Karimun melakukan penegahan terhadap H (23) penumpang Kapal ferry MV. Ceria Indomas pada Senin (11/11) sekira pukul 16.50 WIB.

“H” penumpang kapal ferry MV.Ceria Indomas diamankan petugas  KPPBC TMP B  di kawasan pabeanan Pelabuhan Ferry Internasional Karimun karena kedapatan membawa Narkotika Psikotropika dan Prekursor (NPP) dari Pelabuhan Puteri Harbour Malaysia tujuan Karimun.

Kepala Kantor KPPBC TMP B Karimun Benhard Sibarani melalui Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan informasi Bagus Hariadi mengatakan, bahwa benar pihaknya telah melakukan penegahan terhadap seorang penumpang kapal ferry Ceria Indomas berinisial “H” yang karena  membawa Narkotika Psikotropika dan Prekursor (NPP) dari Malaysia tujuan Karimun.

Agus menjelaskan, penegahan diawali dari Profiling penumpang kapal ferry MV.Ceria Indomas oleh petugas Bea dan Cukai, karena petugas melihat salah satu penumpang memiliki gerak-gerik yang mencurigakan. Kemudian petugas melakukan wawancara dan pemeriksaan badan serta barang bawaannya.

Saat dilakukan pemeriksaan badan dan barang bawaannya, petugas menemukan barang berupa Satu buah bungkusan berupa tablet merk Erimin 5 yang disembunyikan di lipatan lengan baju, kemudian Satu bungkus berisi pil tanpa logo yang diduga ekstasi berwarna abu-abu yang disembunyikan di lipatan celana dan Satu buah bungkusan berisi serbuk Kristal putih diduga sabu di dalam dompet saku celana.

” Dengan adanya temuan tersebut. Penumpang yang diketahui berinisial “H” beserta barang bukti  dibawa ke KPPBC TMP B Karimun  oleh petugas Bea Cukai dan anggota Satresnarkoba Polres Karimun untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam,” jelas Agus (15/11) kepada sejumlah wartawan pada saat pres rilis.

Tambahnya, berdasarkan uji narcotest yang dilakukan petugas di KPPBC TMP B Karimun, benar bahwa barang tersebut  positif narkotika jenis Happy Five, Sabu (Methampethamine) dan pil ekstasi (MDMA).

“Setelah dilakukan penimbangan dan  pecacahan, diketahui  barang tersebut berjumlah 25 gram sabu, 50 butir pil warna abu-abu diduga ekstasi dan 99 pil Happy Five,” ujarnya.

Lanjutnya, hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, tersangka “H” mengaku mendapat barang tersebut dari seorang berinisial “A” di daerah Pulay Johor Malaysia pada tanggal 10-November 2019, rencananya akan di jual kepada seseorang berinisial “A”di daerah Guntung dan sebagian dijual di daerah Kabupaten Karimun dan sebagian lagi untuk dipakai pribadi.

“Menurut pengakuan tersangka “H” barang tersebut  didapatkanya dari A di Pulay Johor Malaysia, yang rencananya dijual kepada “A” di daerah Guntung dan sebagian di jual di Karimun, sisanya untuk dipakai pribadi,” jelas Agus Hariadi.

Atas perbuatannya “H” diduga melanggar pasal 102 huruf e UU Nomor 17 Tahun 2006 perubahan UU No 10 Tahun 1995 tentang kepabeanan sebagaimana dimaksud  pasal 113 ayat (1) UU No 35bTahun 2009 tentang narkotika.Atas penegahan Narkotika ini, kasusnya telah dilimpahkan ke Polres Karimun untuk diakukan proses penyelidikan.

Hadir pada kesempatan tersebut, perawkilan Kodim 0317, Lanal TBK, Imigrasi, BNN Karimun dan Kejaksaan Negeri Karimun.(Sgh)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.