PLN Batam Peduli Korban Kebakaran Ponpes Aljabar Bengkong, Berikan Bantuan Rp 60 Juta

0
Menejemen bright PLN Batam berikan bantuan kepada korban kebakaran Pondok Pesantren Aljabar Bengkong, Senin (5/11/2018) di Bengkong Aljabar.
Advertisement

Beritanusantaranews.com, Batam – PT B’right PLN Batam Senin (5/11) sore, memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 60 juta kepada korban kebakaran Pondok Pesantren Aljabar Bengkong. Bantuan diberikan langsung di lokasi kebakaran oleh Coorporate Secretary (Sekretaris PerusahaanPLN Batam) Samsul Bahri kepada pembina Pondok Pesantren Aljabar Ibu Maya. Pemberian bantuan berlangsung amat sederhana di lokasi kebakaran kepada Pembina Pondok Pesanteren Ibu Maya didampingi beberapa orang anak-anak asuh Santri Santriwati tanpa dihadiri atau disaksikan Camat maupun Luran setempat.

Sekretaris perusahaan PT b’right PLN Batam Samsul Bahri kepada sejumlah wartawan menjelaskan, dana bantuan itu terkumpul dari para pegawai, staf dan direksi maupun dari Lembaga Amal Zakat Islam (Lazis) jumlahnya semua Rp57 juta. Kemudian digenapkan menjadi Rp 60 juta. Samsul Bahri lebih jauh menjelaskan, penyerahan bantuan dari PLN Batam sengaja dilakukan setelah jauh hari terjadinya kebakaran didasarkan beberapa pertimbangan. Sebab pada hari pertama peristiwa kebakaran, bantuan sudah banyak yang berdatangan dari berbagai pihak termasuk daripemerintah dan swasta.

Samsul Bahri memberikan Batuan dan diterima langsung Pembina Ponpes Aljabar Ibu Maya.

Samsul Bahri didampingi beberapa staf dan pegawai PLN Batam menyebut, sebelum memberikan bantuan, tim coorporate sosial responbility PLN Batam terlebih dahulu turun ke lokasi kebakaran, untuk mengetahui, bantuan apa yang amat diperlukan pihak Pesantren setelah banyak bantuan mengalir dari berbagai pihak. “Sebab, sangat sayang jika bantuan yang sama jenisnya diberikan PLN ternyata sudah banyak diberikan berbagai pihak, sehingga kurang optimal,” jelas Samsul.

“Pemberian bantuan itu diharapkan dapat meringankan korban kebakaran Pondok pesantrean dan pihak pondok segera membenahinya kembali beraktifitas seperti sedia kala,” tambah Samsul.

Ditanya tentang penyebab kebakaran yang dikaitkan dengan PLN, Samsul Bahri menjelaskan, bahwa PLN hanya sebagai penyedia Kwh meter. Karenanya diharapkan, bahwa dalam setiap pemasangan instlasi listrik harus sudah mempunyai SLO (Sertifikat Layak Operasi).

Di tempat yang sama, Pembina Pondok Pesantrean Aljabar Ibu Maya menjelaskan, bantuan sudah banyak mereka terima setelah peristiwa kebakaran Selasa tanggal 16 Oktober lalu, termasuk dari Gubernur Kepri dan Pemko Batam. Bahkan kata Ibu Maya ada yang berasal dari Negara tetangga seperti Singapura. Bantuan itu ada yang berupa material, termasuk buku-buku untuk kebutuhan sehari-hari anak asuh santri .

Dipapaparkan, jumlah santri sebanyak 80 orang berasal dari 30 KK. Pondok Pesantren Aljabar ini sudah tergolong lama, dibangun tahun 1988 lalu.

Kata Ibu Maya, pada tahun 2018 ini genap berusia 30 tahun, tetapi inilah yang terjadi.

“Untuk sementara ini, para murid, guru maupun pengurus mengungsi ke Masjid dan ruang kelas yang tak jauh dari Pondok Pesantren Aljabar,” ucapnya.

Recananya, menurut Ibu Maya Pondok Pesantren itu akan kembali dibangun pada awal tahun 2019 yang akan datang, seraya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan semua pihak, termasuk dari PLN Batam.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan semua pihak, termasuk dari PLN Batam. Semoga tahun 2019 nanti. Insya Allah, nanti akan dibangun kembali di lokasi yang sama,” kata Ibu Maya. (arifin)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.