PLN bersama L-PERKKINDO Kembali Lakukan Sosialisasi Peningkatan Konsumsi Listrik, Peduli Keselamatan Pengguna Listrik dan Menjaga Asset Infrasturktur Tenaga Listrik PT PLN Batam di Sungai Panas

0
30
Manager bright PLN Batam area Nagoya Dinar saat memberikan penjelasan.
  • PLN Ingatkan Konsumen : Mengutak-atik kWh Meteran PLN Didenda Rp14juta

Batam – L-PERKKNDO (Lembaga Perlindungan Konsumen Kelistrikan Indonesia) bersama PT PLN Batam, kembali melakukan sosialisasi tentang peningkatan konsumsi tenaga listrik dan sosialisasi peduli dengan penggunaan tenaga listrik serta menjaga asset infrastruktur tenaga listrik PT PLN Batam.  Sosialisasi tersebut diadakan Senin (13/5) 2019 di Aula Kantor Kelurahan Sungai Panas Kecamatan Lubuk Baja Batam. Sekira 60 peserta, umumnya Ibu-ibu yang mengikuti acara sosialisasi yang diselenggarakan L-PERKKINDO bersama PLN bekerjasama dengan Kantor Kelurahan Sungai Panas berlangsung sangat dinamis. Sebab para peserta yang antusias mengikutinya, berlomba untuk mengajukan sejumlah pertanyaan, baik kepada L-PERKKINDO terutama kepada pihak PLN tentang yang berhubungan dengan kelistrikan.

Ibu-ibu peserta begitu antusias mengikuti acara sosialisasi tersebut sehingga semua berebut mengajukan pertanyaan. Lisda misalnya, mengaku dari kawasan Baloi Kolam menanyakan tingginya harga listrik per kWh mencapai Rp2000 hampir dua kali lipat dari harga normal. Lisda juga mengeluhkan setiap pengaduan masyarakat Baloi Kolam tentang kelistrikan kurang ditanggapi pihak PLN. Menanggapi pertanyan tersebut, Dinar Manager PLN area pelayanan Nagoya menjelaskan, bahwa biaya per kWh listrik di kawasan Baloi Kolam memang berbeda dengan perumahan lainnya. Hal itu disebabkan vahwa pemasukan arus listrik PLN ke kawasan Baloi Kolam bersifat temporer disebabkan status lahan disana yang sewaktu-waktu bisa digusu pemerintah. Sementara PLN telah membangun infrastuktur kelistrikan dengan dana yang cukup besar, kendati sewaktu-waktu pemerintah bisa menggusur atau memindahkan warga dari sana. Maka harus dimaklumi, jels Dinar, bahwa masyarakat Baloi kolam bukan pelanggan resmi PLN Batam karena sewaktu-waktu bisa dipindahkan pemerintah karena status kepemilikan lahan.  Penjelasan Dinar itu bisa diterima dan diterima yang meangajukan pertanyaan.

Dalam kesempatan itu juga, kepada konsumen Dinar mengingatkan, agar jika ada oknum-oknum yang menawarkan untuk mengutak-atik kWh meteran dengan harapan agar meteran berjalan lambat atau tidak berjalan sama sekali sehingga pembayaran rekening listrik rendah jangan diterima dan harus ditolak. Sebab pihak PLN Batam akan bisa memonitor pemakaian pelanggan dengan pembayaran yang terlalu rendah. “Nah, jika ketahuan ada permainan dengan mengutak-atik kWh meteran, maka pelanggan akan didenda sampai Rp14juta”, tandas Dinar mengingatkan. Dewa dari Tim Penertiban Pemakaian Listrik (TP2L) PLN Batam, juga turut memberikan penjelasan seputar penindakan yang dilakukan terhadap pencurian arus listrik, termasuk mengutak-atik kWH meteran

Sebelumnya, Thomas AE memaparkan tentang keberadaan L-PERKKINDO yang dipimpinnya menjelaskan, siap menampung keluhan konsumen 24 jam tentang kelistrikan. Seperti sosialisasi di beberapa Kelurahan Kota Batam yang telah dilakukan L-PERKKINDO bersama PLN Batam, Thomas memaparkan tentang keberadaan L-PERKKINDO sebagai bagian dari Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM). Bahwa di setiap kelurahan yang telah dilakukan sosialisasi tentang peningkatan konsumsi tenaga listrik dan sosialisasi peduli dengan penggunaan tenaga listrik dan menjaga asset infrastruktur PLN Batam, maka kata Thomas otomatis dibentuk Group Komunitas Listrik Batam (KLB) melalui Wa. KLB ini, kata Thomas sudah terbentuk di beberapa kelurahan sebagai wadah sharing mengenai keluhan konsumen tentang kelistrikan Batam.

Sambutan Lurah Sungai panas Tommy Armi S.Sos

Lurah Sungai Panas Tommy Armi S.Sos dalam sambutan pembukaan maupun penutupan acara sosialisasi itu mengatakan, sangat mengapresiasi L-PERKKINDO dan PLN atas terselenggaranya acara tersebut. Lurah berharap, kiranya Ibu-ibu peserta sebagai pemegang keuangan keluarga dapat menerapkan apa yang diperolehnya dalam acara tersebut. Misalnya, cara menghemat pemakaian listrik, penggunaan alat-alat listrik sampai menghindari praktek yang merugikan pelanggan maupun PLN batam seperti mengutakatik kWh meteran yang sudah dipaparkan PLN. Acara berlangsung dua jam penuh kemudian diisi dengan kuis dan pemberian cendera mata dari L-PERKKINDO dan PLN. Sesi terakhir foto bersama dan pemberian sekedar uang minyak kepada peserta.  (arifin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.