Sekda Natuna Wan Siswandi Hadiri Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Pariwisata Provinsi Kepri

0
79
Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menggelar acara Pelatihan diadakan di Aula Natuna Hotel, Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, pada Selasa (12/03/2019) siang.

Natuna – Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menggelar acara Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Pariwisata Provinsi Kepri, di Kabupaten Natuna. Pelatihan tersebut, diadakan di Aula Natuna Hotel, Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, pada Selasa (12/03/2019) siang.

Dalam hal ini, Pemprov Kepri melibatkan ratusan masyarakat Natuna, sebagai peserta dalam kegiatan tersebut. Dari mulai Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Generasi Pesona Indonesia (GenPI), Generasi Millenial, Kalangan Pengusaha, Komunitas Penggiat Pariwisata serta Mahasiswa.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Boeralimar, dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan ini sengaja digelar di Natuna, karena daerah yang terletak diujung utara NKRI itu, memiliki segudang tempat wisata yang sangat eksotis dan mempesona. Dari mulai laut, pantai, gunung, sungai hingga bebatuan.

Kata dia, Natuna berpotensi menjadi tujuan wisata alam unggulan yang menarik di Indonesia. “Natuna destinasi wisata masa depan Indonesia,” ujar Boeralimar.

Bahkan, kata Boeralimar, wisata alam Natuna bisa bersaing dengan wisata lain di Indonesia, seperti wisata yang ada di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Seperti yang kita ketahui, wisata diwilayah Indonesia bagian timur itu, sudah dikenal oleh seluruh masyarakat di Indonesia, bahkan dunia.

“Kalau di Raja Ampat cuma ada gugusan pulau dan laut untuk wisatawan menyelam. Namun Natuna punya alam bawah laut yang indah, pulau, pantai, gunung dan banyak batu-batu besar yang sangat indah,” ungkapnya. Apalagi, kata Boeralimar, Natuna telah ditetapkan sebagai daerah Geopark Nasional, oleh UNESCO.

Boeralimar menjelaskan, bahwa ada hal penting yang perlu diperhatikan dalam membangun sektor pariwisata. Diantaranya adalah Destinasi, Promosi dan Pemasaran, Industri dan Kelembagaan serta Sumberdaya Manusia (SDM).

Kata Boeralimar, Natuna harus bisa menciptakan hal-hal luar biasa, yang dilakukan dengan cara yang tidak biasa. Artinya, baik Pemerintah maupun Masyarakat Natuna, harus memiliki ide-ide yang brilian, yang tidak dilakukan oleh daerah lain, dalam mengembangkan sektor pariwisatanya. “Natuna ini tidak perlu bangun wisata yang megah dan mewah, cukup dipoles sedikit saja alamnya yang ada. Karena banyak wisatawan dari Eropa yang lebih suka dengan wisata alam yang alami, seperti yang ada di Natuna,” katanya.

Ia pun menyarankan kepada seluruh pengembang wisata di Natuna, agar tidak perlu membangun hotel yang mewah, untuk melayani para wisatawan mancanegara. Namun cukup dengan membangun homestay, yang menonjolkan kearifan lokal daerah tersebut. “Selain itu, juga harus ada atraksi budaya, atraksi alam serta atraksi buatan. Ini untuk memunculkan karakteristik dari daerah tersebut,” sarannya.

Sementara itu, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, melalui Sekda Natuna Wan Siswandi, mengucapkan terimakasih kepada Disparprov Kepri, yang telah menggelar pelatihan peningkatan kapasitas sumberdaya pariwisata di Natuna. Ia berharap, kegiatan ini dapat membawa dampak positif bagi kemajuan sektor pariwisata di Bumi Laut Sakti Rantau Bertuah. “Pariwisata ini kebetulan merupakan salah satu dari lima percepatan pembangunan Natuna, yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Kami pun akan mencoba untuk bersinergi dengan Pemprov Kepri serta Pemerintah Pusat, terkait masalah pengembangan pariwisata,” ungkap Wan Siswandi, dalam sambutannya.

Meski belum terlalu dikenal oleh banyak orang di Indonesia, namun Wan Siswandi mengakui adanya peningkatan pembangunan sektor pariwisata di Natuna. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya tempat-tempat wisata di Natuna, yang mulai dikelola oleh para pengembang. “Contohnya di Jelita Sejuba itu, dulu tempat tersebut terkenal sangat angker. Namun setelah dibangun, justru tempat tersebut saat ini menjadi tujuan wisata bagi masyarakat Natuna. Ini menunjukkan adanya kemajuan disektor pariwisata,” kata Wan Siswandi.

Mantan Kadishub Natuna itu meminta, agar seluruh masyarakat Natuna bisa welcome dengan para wisatawan yangb datang dari luar daerah maupun luar negeri. Hal ini supaya para wisatawan bisa betah tinggal berlama-lama di Natuna, dengan keramahan yang disuguhkan oleh masyarakat. “Bahkan kalau bisa, orang-orang bule yang datang ke Natuna pakai kapal itu, tidak lagi tidur di kapal mereka, tapi tidur dirumah warga,” pungkas Wan Siswandi, seraya membuka resmi kegiatan tersebut.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Natuna, Hardinansyah Razani, para Narasumber, Peserta dan tamu undangan lainnya. (Jimmy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.