Tidak Ada Kapal Meledak atau Kebakaran Kapal
Perusahaan Akan Mengawal Hak-hak Normatif Korban
Batam – Kecelakaan kerja di PT Bandar Abadi Tanjung Uncang Kecamatan
Batu Aji, salah satu perusahaan galangan kapal Sabtu pagi (14/3) menyebabkan satu orang meninggal dunia dan 7 orang mengalami luka bakar serius. Korban meninggal bernama Rihat Aruan (55) telah
diterbangkaan ke kampungnya Tebing Tinggi Sumatera Utara Senin (16/3) pagi. Sementara 7 korban luka bakar masih dirawat Rumah Sakit Embung Fatimah. Kecalakan kerja (Laka) Sabtu (14/3) itu menjadi berita dan perbincangan hangat masyarakat sekitar perusahaan termasuk masyarakat kota Batam.
Berita simpang siur penyebab kecelakaan kerja, juga berseliwuran. Ada yang menyebut akibat ledakan kapal dan isu lainpun berkembang. Sementara management PT Bandar Abadi sejak Sabtu (14/3) tidak bisa dihubungi seputar kronologis kecelakaan kerja. Hal itu disebabkan management PT Bandar Abadi sejak terjadi kecelakaan mengutamakan penanganan korban, baik korban cedera maupun satu orang yang meninggal.
Menghindari kesimpang siuran kronologis penyebab kecelakaan kerja Sabtu (14/3) managemant melakukan jumpa pers di Aula PT Bandar Abadi Senin (16/3) siang.
Haryono mewakili management PT Bandar Abadi menjelaskan kronologis kecelakaan kerja yang terjadi Sabtu (14/3) pagi. Di hadapan sekira 20 orang awak media Haryono didampingi dua orang Staf dari bagian Safety memaparkan kronologis kejadian kecelakaan kerja.
Tentang penyebab korban, baik korban meninggal maupun luka bakar yang kini masih dirawat, masih menunggu hasil autopsi, tambah Hariyono.” Bandar Abadi” akan transparan menjelaskannya jika nantinya sudah diketahui dan final hasil investigasi pihak kepolisian dan hasil autopsi,”jelas Hariyono, (Arifin)















