BATAM — Dugaan praktik prostitusi terselubung kembali mengemuka di Kota Batam, kali ini mengarah ke Jasmin Massage yang beroperasi di Kompleks Nagoya 2000, wilayah hukum Polsek Lubuk Baja. Pengelola tempat tersebut belum memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan.
Berdasarkan keterangan sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan, tempat itu menerapkan pola layanan yang memungkinkan pengunjung laki-laki memilih langsung perempuan yang akan melayani. Setelah dipilih, perempuan tersebut diduga dibawa keluar dari lokasi oleh pelanggan.
“Pengunjung bebas memilih siapa yang akan melayani. Setelah itu, perempuan tersebut dibawa keluar oleh pelanggan,” ungkap sumber, Rabu (16/9/2026) di Bilangan Nagoya Center.
Sumber juga menyebutkan tarif yang ditawarkan bervariasi, berkisar antara Rp800.000 hingga Rp2.000.000, tergantung siapa yang dipilih pengunjung. Hingga kini, rincian layanan yang dibayarkan belum dapat dipastikan kebenarannya secara independen.
Informasi ini sejauh ini masih berupa keterangan satu pihak dan belum terverifikasi secara menyeluruh. Media ini belum memperoleh klarifikasi dari pihak pengelola Jasmin Massage terkait dugaan tersebut.
Mengingat beratnya tuduhan yang berkaitan dengan pelanggaran hukum dan norma, pengelola diminta segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Hal yang perlu diklarifikasi mencakup jenis layanan resmi yang ditawarkan, mekanisme pengawasan terhadap terapis, serta langkah penindakan jika ada pihak yang menyalahgunakan tempat usaha untuk kegiatan di luar izin.
Selain itu, aparat penegak hukum dan instansi terkait didesak melakukan penelusuran objektif guna memastikan fakta di lapangan — termasuk legalitas izin usaha, kesesuaian layanan yang ditawarkan, serta kemungkinan adanya aktivitas yang melanggar peraturan perundang-undangan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Jasmin Massage belum merespons upaya konfirmasi yang dilakukan awak media. Ruang hak jawab dan klarifikasi tetap terbuka bagi pengelola maupun pihak terkait./Timred
















