
BATAM | Puluhan tenaga relawan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) mengeluhkan pemecatat yang dilakukan oleh pihak SPPG mitra Kundur Muliana Sejahtera. Atas kekecewawan pemberhentian tersebut, beberapa relawan mendatangi kantor SPPG, Senin (4/5/2026) yang beralamat di Kavling Mandiri Blok E No. 45 Sungai Pelunggut, Kota Batam.
Kedatangan relawan ke Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dipimpin Doni Indrawan tersebut bermaksud mempertanyakan kelanjutan status mereka sebagai tenaga relawan.
“Kami ada belasan orang yang dipecat dari dapur MBG ini. Kami dipecat tanpa ada SP1 SP 2. Kami direkrut jadi relawan sejak awal dapur MBG ini beroperasi. Kami sudah bekerja dan diterima. Tidak ada dipermasalahkan masalah batas usia,” ujar salah seorang relawan MBG NS yang didampingi Ketua RW 12 Lazim Martua Hutagalung.
Relawan MBG NS menyampaikan, bahwa pekerjaan ini sangat dibutuhkan mengingat anak masih ada yang duduk di bangku perkuliahan.
“Hanya empat hari kami jalani sebagai relawan. Awalnya saya senang dapat diterima sebagai relawan di Dapur MBG ini. Bisa sedikit membantu ekonomi keluarga. Saya butuh pekerjaan ini dapat membantu meringankan biaya sekolah anak,” ujar NS.
Lanjut NS, keberadaan dapur MBG berdiri dan telah beroperasi tidak jauh dari tempat tinggal. Untuk itu ia berharap tetap diterima sebagai relawan.
“Kami warga yang tinggal sekitar dapur MBG ini. Jadi kami berharap dan meminta kepada pihak SPPG menerima kami kembali sebagai Relawan MBG disini,” ucapnya memelas.
Sementara kepala SPPG Doni Indrawan didampingi Ketua Yayasan Kundur Muliana Sejahtera, Yeremias Manurung mengatakan, pemecatat puluhan relawan MBG yang dipimpinnya sudah melalui proses dan tahapan sesuai juknis yang ada.
“Pihak SPPG sudah melalui tahapan proses dalam pemberhentian tersebut. Kami ketahui semua SPPG menerapkan sesuai aturan yang ada. Tidak hanya di SPPG kami ini,” ujar Doni.
Doni menambahkan persyaratan perekrutan tenaga relawan di SPPG batas usia 18-50 tahun. Namun ia berjanji akan menyampaikan permasalahan ini dalam rapat.
“Kami akan rapat. Setelah itu kami akan menginformasikan hasil rapat kepada ibu-ibu ya. Kedepannya kami juga akan melakukan komunikasi dengan pak RT pak RW disini,” tuturnya. (Gpk)














