Usaha Dapur Arang Diduga Tidak Mengantongi Perizinan

0
Dapur Arang Milik Aci di Desa Tebias, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun.
Advertisement

KARIMUN – Usaha dapur arang banyak ditemukan di Kabupaten Karimun khususnya di pulau-pulau kecil. Dapur arang adalah sebutan tungku pembakaran arang yang banyak dipakai pengusaha arang.

Baca : Petahana Aunur Rafiq Resmi Mendaftar Ke KPU Karimun

Baca : Tanpa Mengantongi IMB! Bangunan Berdiri Diatas Permukaan Laut

Informasi yang dihimpun, usaha dapur arang yang ada di Kabupaten Karimun banyak yang bernaung di bawah Koperasi WANA JAYA KARIMUN. Semua hasil pembalakan hutan mangrove untuk dijadikan arang dikendalikan oleh
Koperasi Wana Jaya Karimun.

Di Kecamatan Belat, tepatnya di Desa Tebias, Pelaku usaha Dapur arang Aci mengaku jika izin usaha arang bakau miliknya didapat dari Koperasi Wana Jaya Karimun.

“Untuk izin usaha kami silahkan tanyakan kepada pengurus koperasi bernama kuling.” Ungkapnya. Namun ketika diminta menunjukkan surat izin dari koperasi maupun izin lain seperti SITU tidak dapat menunjukkannya.

Tempat terpisah, Sekretaris Desa Rasimun menyampaikan pihaknya tidak pernah mengeluarkan rekom pengurusan SITU atau bentuk izin lain Dapur Arang.

“Sepengetahuan saya mereka tidak pernah urus rekom pengurusan situ dan izin lainya, dan mereka pengurus dapur arang tidak pernah berurusan ke kantor ini,” terangnya.

Seperti tertuang dalam Keputusan MENHUT SK .4194/MENHUT – VII/KUH/2014, tanggal 10 Juni 2014 , menyebutkan dilarang melakukan kegiatan dalam kawasan hutan tampa izin. Hutan mangrove wajib dilindungi di setiap wilayah karena mempunyai mamfaat yang besar.

Ada beberapa akibat atau dampak yang di akibatkan penebangan hutan mangrove/penebangan kayu bakau, (dikutip dari berbagai sumber) yakni,
1.Penebangan hutan mangrove secara liar sehinnga ,bukan saja hutan  mangrove yang punah tetapi satwa sekitarnya juga ikut punah.
2.Tidak ada lagi yang menahan gempuran ombak dan angin sehinngga tak ada lagi yang menahan garis pantai.
3.Kerusakan hutan mangrove akan mengakibatkan berkurangnya populasi ikan di pesisir pantai, sehingga mengurangi pendapatan nelayan tradisional.
4.Dengan adanya penebangan hutan mangrove secara liar , tidak ada lagi daerah sebagai penyanggah( zona buffer zona antara daratan dan lautan.

Pengurus Koperasi Wanaana Jaya Karimun, Kuliang melalui whattAps mengatakan yang punya dapur arang di Tebias namanya Terdi.

Hermansah, SH

Salah seorang tokoh masyarakat Karimun, Hermansah SH menyatakan ada larangan pembalakan hutan bakau. Ia mengaku bingung kenapa koperasi Wana Jaya Karimun memberi rekomendasi sehingga para pengusaha dapur arang bebas menebang bakau.

“Kita minta Pemda Karimun segera meninjau kembali perizinan Koperasi Wana Jaya Karimun yakni tentang pengelolaan hutan bakau, bila izin memang ada, dan bila tidak ada ataupun tidak sesuai dengan peruntukanya, diminta dinas terkait segera menertipkan dan bila perlu menutup koperasi nakal.  (Sajirun S)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.