
BATAM – Pernyataan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, yang dilontarkan kepada sejumlah wartawan dalam sebuah pertemuan menuai sorotan luas di masyarakat maupun kalangan jurnalis. Bahkan, sejumlah wartawan direncanakan akan menggelar aksi protes pada 3 September 2026 sebagai bentuk tanggapan atas pernyataan tersebut.
Dalam pertemuan itu, Li Claudia Chandra dikutip mengatakan:
“Masih mau kerja sama nggak? Kalau nggak, selesai kita hari ini. Putus hubungan kita, putus pertemanan.”
Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran kalangan jurnalis terkait kebebasan pers dan hubungan kerja antara lembaga pemerintah dan media. Sorotan kian menguat karena ini bukan pertama kalinya pernyataan Li Claudia menjadi perhatian publik.
“Wartawan, siap siap jadi Staf Humas BP Batam?”
Demikian dikutip dari unggahan salah satu pengguna akun media sosial Armend Batam, yang dilansir pada Sabtu 29 Agustus 2026.
Sebelumnya, pernyataan yang menyebut seorang penggali pasir “nyolong pasir” dan memintanya “balik kampung” juga sempat viral. Ironisnya, publik justru mendapati kabar bahwa penggali pasir tersebut kemudian direkrut menjadi staf di Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam.
Kasus itu kini memunculkan pertanyaan publik: Apakah pola serupa akan terulang di kalangan wartawan? Apakah akan ada wartawan yang kemudian diangkat menjadi staf Humas BP Batam setelah polemik hubungan kerja ini?
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak BP Batam maupun Li Claudia Chandra terkait pernyataan tersebut maupun rencana aksi yang direncanakan kalangan jurnalis. Publik menantikan kejelasan dan transparansi dari pihak terkait./Rom















