Asisten I Izwar Asfawi Pimpin Upacara Peringatan Hardiknas 2019

0
20
Pemkab Natuna gelar Upacara dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kamis (2/5).

Pemkab Natuna Berikan Penghargaan Bonus kepada Atlet Berprestasi

Natuna – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, menyerahkan bonus kepada atlet berprestasi yang telah berhasil mengharumkan nama kabupaten Natuna diajang Porprov IV Kepri tahun 2018.

Apresiasi Pemerintah kepada putra putri terbaik Natuna.

Adapun bonus yang diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna sebesar Rp.3.800.000 untuk atlet yang berhasil memperoleh mendali emas. Kemudian Rp.2.200.000 untuk mendali perak, dan Rp.1.500.000 untuk perolehan mendali perunggu. Penyerahan bonus tersebut berlangsung setelah upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional yang dipimpin oleh Asisten I Izwar Asfawi, dihalaman Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai pada Kamis 2 Mei 2019.

Upacara ini juga diikuti oleh para PNS, GTT, PTT, SATPOL PP, DAMKAR, para Anak didik SLTA, SLTP dan SD.

Dalam amanat Kemendikbud RI, yang dibacakan oleh pembina upacara Asiten I Iswar Asfawi menyampaikan, sebagaimana diketahui bersama, bahwa tanggal 2 Mei telah ditetapkan sebagai hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Pada tanggal 2 Mei tersebut, bertepatan dengan tanggal kelahiran Raden Mas Seowardi Seorjarningrat seorang tokoh pendidikan, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. “Kita juga bersyukur bangsa Indonesia baru saja berhasil melewati tahap puncak perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada tanggal 17 April 2019 lalu, dilihat dari sudut pandang pendidikan didalam Pemilu harus terjadi proses pembelajaran bagi setiap warga Negara Indonesia”,ungkap Izwar dalam amanatnya.

Proses pembelajaran pada hakikatnya adalah momentum terjadinya perubahan tingkah laku menuju ke kedewasaan semakin dewasa dalam berdemokrasi, Undang-Undang nomor 20 tahun 2013 tentang sistem pendidikan Nasional pasal 13 menyebutkan, tujuan pendidikan Nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha Esa, berahlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertangungjawab.

Izwar Asfawi juga mengucapkan rasa syukurnya, atas pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah selama empat (4) tahun terahir ini benar-benar dirasakan manfaatnya. Selama Empat (4) tahun masa kepemerintahan Presiden Joko Widodo dan Yusuf Kalla lebih difokuskan dengan pembangunan infrastruktur dan prasarana, dalam hal insfrastruktur ini sebagaimana dinyatakan oleh Presiden Jokowi, Indonesia baru memiliki sekitar 39% dari yang seharusnya.

Pembanguan infrastruktur dalam Empat (4) tahun terahir ini kian dirasakan manfaatnya, disamping pembangunan infrastruktur pemerintah juga memulai pembangunan dari pinggiran, keduanya memilki makna yang mendalam, wilayah Indonesia betul-betul tersatukan dialam nyata, bukan hanya dialam idea, di sisi lain pembangunan diwilayah pinggiran dapat mempertegaskan kehadiran dan kedaulatan Negara.

Dalam rangka menterjemahkan kebijakan tersebut di sektor pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memberi perhatian khusus untuk pendidkan diwilayah terluar, terdepan dan tertingal.

Bahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberi perhatian khusus kepada pendidikan anak-anak Indonesia yang berada diluar batas Negara, seperti anak-anak keturunan Indonesia yang berada di Sabah dan Serwak Negara bagian Malaysia.

Izwar Asfawi juga menyampaikan perhatian pemerintah saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan SDM. “Kita ketahui bersama yang disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam banyak kesempatan, perhatian pemerintah saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia (SDM), disini sektor pendidikan dan kebudayaan menemukan urgensinya, terkait dengan itulah tema hari pendidikan Nasional tahun 2019 adalah”Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan”

Tema ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sarat nilai dan pengalaman kebudayaan, guna membingkai kehadiran sumberdaya-sumberdaya manusia yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan, dalam perspektif Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pembangunan sumber daya manusia menekankan dua penguatan, yaitu pendidikan karaktet dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja, papar Asfawi

Menurut Izwar Asfawi ditengah-tegah perubahan global yang bergerak cepat, dapat dimanfaatkan oleh para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknolgi digital. Perkembangan teknologi yang semakin cangkih, dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik, peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa ditengah perubahan global yang bergerak cepat, hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia melalui Tri pusat pendidikan, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat ketiga pusat pendidik tersebut harus saling mendukung dan menguatkan.

“Kita masih dihadapkan pada kompleksitas masalah guru dan tenaga pendidikan, kita juga masih sering menjumpai kasus-kasus yang tidak mencerminkan kemajuan pendidikan, betapapun pemerintah senantiasa responsif. Dalam memecah masalah-masalah tersebut selaras dengan pradigma pendidikan, kita juga mencatat anggaran pendidikan kita sekitar 63% dikelola oleh Daerah, oleh karena itu perlu di ingatkan terus menerus agar Daerah mengambil peran yang lebih aktip dalam memanfaatakan dana APBN, baik melalu Dana Alokasi Umum (Dau) maupun Dana Alokasi Khusus (Dak), dengan memperhatikan kualitas pemanfaatan untuk program-program pioritas serta ABPD yang menjamin anggaran pendidikan minimal 20%,”terang Asfawi.

Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional Izwar Asfawi mengajak agar bersama-sama berkonsentrasi membangun sumber daya manusia yang dilandasi karakter yang kuat, ketrampilan dan kecakapan yang tinggi sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitip. JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.