Bahan Gunjingan, Jaksa Tuntut Terdakwa Pelaku Kriminal Paulus Amat Tantoso 4 Bulan Penjara

0
Sidang Pembacaan Tuntutan Terdakwa Pelaku Kriminal Paulus Amat Tantoso, Senin (28/10) di PN Batam.
Advertisement

Batam – Jaksa Penuntut Umun (JPU) Rumondang Manurung menuntut 4 bulan penjara terdakwa pelaku kriminal Paulus Amat Tantoso, terkait kasus penikaman Warga Negara Malaysia (WNA) Hong Koon Cheng alias Kelvin Hong. Tuntutan JPU tersebut menjadi bahan gunjingan dikalangan pratisi hukum Batam yang dinilai menjadi insiden buruk akan penegakan hukum di kota Batam.

Salah-satu pengamat hukum Batam menanggapi tuntutan yang dijatuhi JPU Batam kepada terdakwa Paulus Amat Tantoso mengaku kaget dan baru kali ini mendegar tuntutan bagi seorang pelaku penikaman yang sangat istimewa. Dirinya bahkan mempertanyakan Kejari Batam terkesan berpihak kepada pengusaha.

“Kalau saya diminta pendapat sebagai orang yang mengetahui hukum, simple aja. Sebagai orang yang berprofesi sebagai pengacara saya kaget mendengar tuntutan seperti ini. Setahu saya dalam perkara ini tuntutannya berasal dari Kejari, jadi ada apa Kejari dengan perkara ini? Jaksa sebagai penuntut tapi jaksa juga yang melakukan “pembelaan” secara langsung bagi terdakwa. Seperti yang ditulis di media online salah satu hal meringankan terdakwa adalah “terdakwa merupakan orang yang sangat dibutuhkan karena terdakwa adalah seorang pengusaha”. Dan baru ini saya melihat tuntutan seperti ini,” katanya dilansir Silabuskepri.co.id.

Dia mempertanyakan kepada Kejari Batam apabila terdakwa ini bukan seorang pengusaha, apakah tuntutannya sama.

“Jadi bagaimana kalau terdakwa ini bukan pengusaha besar? Apakah tuntutannya tetap sama? Jadi poin yang saya tangkap dari tuntutan ini, hukum hanya berpihak ke pengusaha. Sekarang pedang keadilannya hanya ada ditangan Majelis Hakim, apakah Majelis juga berfikiran sama dengan JPU, hanya Majelis dan Tuhan saja yang tahu,” tutupnya.

Sebelumnya, JPU menjerat terdakwa dengan dakwaan Primer pasal 355 Ayat (1), 353 Ayat (2), 353 Ayat(1), 351 Ayat (2) KUHP dan dakwaan Subsidair pasal 351 Ayat (1) KUHP.

Namun, setelah membacakan tuntutan, JPU meminta Majelis Hakim supaya membebaskan terdakwa dari dakwaan primer.

“Terdakwa Amat Tantoso terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dakwaan pasal 351 ayat 1 KUHPidana. Hal yang meringankan. Terdakwa sudah lanjut usia, terdakwa sangat dibutuhkan untuk perusahaan,” kata JPU dalam persidangan, Senin (28/10) di Pengadilan Negeri Batam. (rdk)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.