
BATAM | Sebuah kapal tug boat terbalik di perairan kawasan galangan kapal PT ASL Shipyard, Batu Aji, Batam, pada Jumat (6/3/2026) sore. Insiden yang diduga terjadi akibat cuaca buruk disertai hujan tersebut menyebabkan tiga kru kapal meninggal dunia.
Saat kejadian, terdapat lima kru berada di atas tug boat yang tengah memandu kapal untuk sandar di area galangan. Dari lima kru tersebut, satu orang berhasil diselamatkan, tiga orang ditemukan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya masih dalam pencarian.
Tiga korban yang meninggal dunia diketahui bernama Abdul Rahman, Guntur Pardede, dan Jhonson Bartuahman Damanik. Ketiganya telah dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RS Mutiara Aini, Batu Aji, untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Informasi yang dihimpun dari sumber di lapangan menyebutkan tug boat tersebut diduga bernama ASL Mega. Saat kejadian, kapal tersebut disinyalir tengah menarik kapal Kyparissia yang akan naik dok di salah satu jetty milik PT ASL Shipyard.
BACA JUGA Siap-siap STNK yang Pajaknya Mati 2 Tahun Akan Dihapus, Baca Penjelasannya
“Kapalnya mau masuk, tapi masih diparkir dan kemungkinan akan dipindahkan. Kejadian saat hujan sore tadi. Informasinya ada empat yang meninggal dunia dan satu masih dicari. Proses evakuasi dilakukan oleh tim safety dan penyelam di lokasi,” ujar sumber tersebut.
Secara terpisah, Kapolsek Batu Aji AKP Bayu Rizky Subagyo melalui Wakapolsek Iptu Andi Pakpahan membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebut tug boat yang sedang memandu kapal sandar tiba-tiba terbalik akibat cuaca buruk.
“Benar telah terjadi dugaan kecelakaan kerja di perairan sekitar galangan kapal ASL. Tug boat yang sedang memandu kapal sandar terbalik saat cuaca hujan dan angin kencang,” ujar Andi.
Pantauan di kamar jenazah RS Mutiara Aini Batu Aji, suasana duka menyelimuti area rumah sakit. Sejumlah keluarga korban tampak datang untuk menunggu proses penanganan jenazah.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah para korban masih berada di RS Mutiara Aini dan rencananya akan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepulauan Riau.
Salah satu keluarga Guntur Pardede, mengatakan pihak keluarga langsung menuju rumah sakit setelah mengetahui kabar kecelakaan tersebut.
“Guntur kira-kira berusia sekitar 50 tahun. Anaknya ada empat orang, ada yang sudah jadi tentara, kuliah, kerja, dan yang paling kecil masih SMP,” ujarnya singkat. (Rdk)















