Menejemen PT IIS Bantah Matinya Ikan di Sungai Kerinci Akibat Limbah Perusahaan

0
Manager PT Asian Agri Riau, Ahmad Taufik SH
Advertisement

PELALAWAN – Soal penomena matinya ikan di Sungai Kerinci, pada hari, Rabu (09/06/21), yang mana sesuai informasi yang beredar di Masyarakat diduga diakibatkan oleh limbah perusahaan.

Untuk meluruskan informasi yang berkembang di Masyarakat, pihak Menejemen PT.IIS mengeluarkan pernyataan resmi.

Baca: Kajari Silpia Rosalina Terima Audensi Pengurus DPC PJI Pelalawan

Berikut ini adalah pernyataan resmi (release) yang dikeluarkan Humas PT. IIS terkait ditemukannya ikan mabuk/mati di sungai Kerinci:

Kami berterima kasih kepada rekan-rekan media,  yang telah memberikan kami kesempatan, untuk dapat memberikan keterangan kepada Bapak/Ibu para jurnalis sekalian. Terutama dalam hal pemberian keterangan dalam rangka akurasi dan perimbangan informasi untuk masyarakat sebagaimana kaidah KEJ.

Pada kesempatan ini, kami juga menyesalkan adanya pemberitaan yang  mengarahkan adanya dugaan langsung  ke PT. IIS, terkait ikan mati di Sungai Kerinci. Hal ini tentu saja seharusnya tidak dilakukan, sebab  seyogyanya  pemberitaan itu harus berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

Oleh karena itu, terkait adanya salah satu pemberitaan yang mengaitkan, PT. IIS  dengan matinya ikan di Sungai Kerinci, untuk perimbangan dan akurasi informasi dapat kami sampaikan bahwa :

Pertama, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. IIS adalah pabrik yang menjalankan operasionalnya secara ramah lingkungan dan memegang teguh prinsip berkelanjutan. PKS ini sudah memiliki PLTBg (Pembangkit Listrik Tenaga Biogas). Sehingga limbah cair ,PKS, PT. IIS sudah dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk menghasilkan energi listrik hijau / terbarukan, sehingga debit limbah cair sudah jauh berkurang dan selanjutnya dijadikan sebagai pupuk sebagaimana izin Land Aplikasi yang dimiliki PT. IIS.  Dalam hal ini dapat dikatakan limbah cair, PKS, adalah zero waste/tidak tersisa.

Kedua, Ketika pada, 9 Juni 2021 sekitar pukul 20:30 WIB humas mendapatkan informasi terkait hal diatas, maka langsung dilakukan koordinasi dengan tim pabrik untuk melakukan pengecekkan di lapangan.

Selanjutnya, pada malam itu juga tim pabrik melakukan pengecekkan secara parallel di pabrik dan kolam limbah serta aliran sungai yang mengarah ke sungai Kerinci.

Hasil pengecekkan di pabrik dan kolam limbah, tidak ada ditemukan kebocoran limbah. Sementara itu, Tim yang melakukan pengecekkan ke Sungai Kerinci, tepatnya di jembatan lintas timur yang merupakan spot Sungai terdekat dengan PBS juga tidak menemukan adanya ikan mati, serta kondisi air jernih. Hal ini juga dibenarkan oleh pemancing yang sedang memancing ikan di titik tersebut.

Pagi harinya, 10 Juni 2021, pukul 04:30 WIB, juga dilakukan pengecekkan ulang ke kolam limbah dan tidak ditemukan adanya kebocoran. Kemudian dilanjutkan penelusuran ulang sampai batas kebun masyarakat, dan tidak terlihat ada aktivitas masyarakat menangkap ikan, serta kondisi air sungai jernih.

Oleh karena itu, terkait isu adanya ikan mati di Sungai yang diduga diakibatkan oleh limbah PKS PT. IIS  adalah tidak benar, Selain itu, dapat kami sampaikan bahwa proses pengolahan limbah PT. IIS sudah dilakukan sesuai dengan perizinan yang dimiliki PT. IIS.  Perusahaan kami adalah perusahaan yang memiliki komitmen tinggi terhadap keberlanjutan dan seluruh kegiatan operasional yang kami lakukan seluruhnya mengacu kepada ketentuan yang berlaku.

Kami juga mengharapakan dukungan dari para pemangku kepentingan, khususnya instansi terkait guna terciptanya keamanan dan kenyamanan berinvestasi agar tercipta iklim investasi yang aman dan kondusif, khususnya di Kabupaten Pelalawan yang kita banggakan ini.

Demikian keterangan yang dapat kami sampaikan, terima kasih atas kesempatan klarifikasi yang diberikan. Kiranya keterangan ini dapat dipergunakan dalam rangka memenuhi kriteria akurasi dan keseimbangan dalam suatu pemberitaan sesuai kaidah KEJ (Kode Etik Jurnalistik). TIM

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.