
Pencanangan program pusat terhadap Natuna melalui lima sektor yakni Migas, Pariwisata, Perikanan, Pertahanan dan Lingkungan Hidup, menjadi acuan bagi pemerintah daerah.
Terutama bidang perikanan, dituntut untuk dapat dikembangkan agar menjadi pusat perekonomian masyarakat Natuna dimasa mendatang.
Natuna memiliki 99 persen wilayah lautan dan biota laut melimpah, serta telah tersedianya Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) di Selat Lampa, dapat menjadi modal bagi masyarakat Natuna dalam pengembangannya.
Dengan demikian, hal tersebut harus menjadi dasar tanggung jawab Pemerintah dalam mengoptimalkan potensi yang ada, terutama pada bidang Kelautan dan Perikanan.
Siswandi berharap agar Pemerintah pusat dapat meningkatkan perkembangan potensi Kelautan yang ada di Natuna, demi kemajuan Kabupaten di laut perbatasan.

Sementara Perwakilan Pusat Riset Perikanan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr Agus Setiawan mengatakan, ada tiga fokus Kementerian terhadap daerah diantaranya ialah memperbaiki komunikasi, budidaya perikanan, dan optimalisasi aset-aset perikanan.
Dengan memiliki potensi perikanan yang sangat besar, namun prospek budidaya perikanan di Natuna di akuinya belum optimal.
Dikatakan Agus, saat ini kegiatan budidaya perikanan laut saat ini sedang dalam optimalasi dengan dicanangkannya kampung inovasi.
Agus berharap, pemerintah daerah dapat mendukung dan memperbaiki komunikasi yang baik dengan Kementerian.
Focus Group Discussion (FGD) dilanjutkan Kajian Pemilihan Lokasi dan Daya Dukung Perairan untuk Budidaya Ikan Laut oleh Pusat Riset Perikanan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Hadir dalam FGD tersebut, Kepala Dinas Perikanan Natuna, Zakimin Yusuf, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Natuna. JS/Adv















