[Viral] Sekelompok Warga Menyerukan Agar Rumah Doa Pos Pelayanan HKBP Anugerah Barelang Dibongkar

0
Sekelompok warga yang mengatasnamakan Komunitas Elang Laut Saat Menghadiri Rapat, Kamis (23/12/2021) di Mapolsek Galang.
Advertisement

BATAM – Sekelompok warga yang mengatasnamakan Komunitas Elang Laut yang di Ketua Suherman menyerukan secara keras terhadap berdirinya Rumah Doa Pos Pelayanan HKBP Anugerah Barelang menajadi viral dimedia sosial.

Ketidaksukaan Komunitas Kelompok warga yang bernaung di dalam komunitas Elang Laut tersebut disampaikan oleh Camat Galang, UT Rambe dalam sebuah rapat negoisasi yang di inisiasi Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepri pada Kamis 23 Desember 2021, betempat di Mapolsek Galang, sekitar Pukul 10.00 WIB.

Rapat tersebut dihadiri oleh Kapolsek Galang, Camat Galang, Danramil Galang, FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) Batam, Perwakilan Departemen Agama Kota Batam, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat (Tomas), Ketua LAM Kecamatan Galang, Perwakilan Gereja Pos Pelayanan HKBP Anugerah Barelang, Ketua Elang Laut Suherman dan sejumlah Massa di bawah Naungan Elang Laut.

Pada kesempatan itu, Camat Kecamatan Galang UT Rambe saat memulai rapat menyampaikan bahwa, rapat yang diinisiasi Camat Galang itu karena ada desakan dari masyarakat terkait berdirinya bangunan rumah Doa Pos Pelayanan di Ulu Boton, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Kota Batam.

Camat Galang UT Rambe mengungkapkan, bahwa dirinya kerap di telepon oleh sejumlah warga yang mendesak agar rumah doa milik HKBP Resot Sungai Langkai itu, segera dibongkar. Sehingga untuk menghindari terjadinya tindakan anarkis pihaknya memfasilitasi rapat negoisasi antara warga yang mengatasnamakan elang laut dengan pihak Gereja.

Pada kesempatan itu, Suherman selaku ketua Elang Laut yang juga sebagai Ketua LPM Kecamatan Galang menyatakan sikapnnya bahwa diri nya menolak keras bangunan rumah Doa Pos Pelayanan HKBP Anugerah Barelang dan segera dibongkar.

Dilansir dari laman independennews.com, situasi rapat tersebut sangat memanas, Suherman Ketua Elang Laut tampak dengan nada keras agar Gereja Pos Pelayanan HKBP Anugerah Barelang segera dibongkar.

“Jika pihak Geraja tidak mau melakukan pembongkaran terhadap bangunan tersebut, maka kami masyarakat tempatan akan melakukan pembongkaran,” ujar Suherman dengan suara yang keras  disambut dengan teriakan massa diluar ruangan Mapolsek Galang.

Desakan Suherman yang kerap mengungkapkan Bongkar dengan nada tinggi dihadapan para Muspika Kecamatan Galang, sepertinya Para Muspika Kecamatan Galang Dibawah ketiak Suherman yang mengaku Tokoh Masyarakat Galang.

Perwakilan Forum Komunikasi Umat Beragama, Sabirun H mengatakan, bahwa pada dasarnya setiap orang dalam beribadah telah diatur dalam Undang Undang Dasar 1945 pasal 29, yang mana disana dijamin kemerdekaan hak sesorang untuk beribadah sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan masing-masing.

Namun, kata Sabirun untuk mendirikan bangunan harus sesuai dengan keyataan di lapangan yang termasuk dalam Peraturan PBM nomor 9 dan 8 Tahun 2006 (SKB dua Menteri) mewajibkan setiap pendirian rumah ibadah baru dan harus mendapat dukungan setidaknya 60 warga setempat dan harus ada rekomendasi tertulis dari Kepala Kantor Departemen Agama dan FKUB setempat.

“Jadi pembangunan rumah tidak serta merta ujuk-ujuk dibangun begitu saja tanpa melalui proses Peraturan Bersama Menteri,” ujar Sabirin.

Situasi rapat tersebut memanas saat Ketua Elang Laut Suherman kerap menyampaikan seruan agar rumah ibadah tersebut dibongkar dan disambut dengan sahutan massa yang berada diluar ruang Rapat, sehingga suara nyaring desakan sekelompok massa terdengar seruan Bongkar.

Situasi rapat dengan tensi tinggi itu, Kapolsek Galang membanting meja rapat untuk menenangkan massa yang tampak bringas diluar ruangan rapat, yang bertepatan massa ingin menerobos masuk ke dalam ruang rapat melalui jendela ruang rapat. Beruntung saat itu personil Polsek Galang dapat menghalau massa yang ingin memaksa masuk secara paksa melalui Jendela Rapat Mapolsek Galang.

Suherman sebagai ketua Elang Laut bersikeras untuk mendesak Pembongkaran Rumah Ibadah yang dibangun sangat sederhana itu.

Sebagai hasil kesepakatan dari rapat tersebut menghasilkan 4 Point sebagai berikut :

1.Bangunan HKBP di Kampung Ulu Buton kelurahan Rempang Cate digunakan untuk aktivitas kegamaan sampai dengan tanggal 02 Januari 2022.

2.Diputuskan dengan Mufakat bahwa setelah tanggal 02 januari 2022 bangunan HKBP di Kampung Ulu Buton dibongkar oleh Gereja.

3.Untuk jemaat HKBP yang dikampung Ulu Buton akan beribadah di rumah Jemaat/rumah kerumah.

4.Apabila tidak dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan ini akan dilakukan secara gotong-royong dengan masyarakat setempat untuk membongkar berasama-sama.

Dalam rapat negoisasi itu, utusan Gereja HKBP Anugerah Barelang mengisahkan, bahwa bangunan rumah doa itu berdiri diatas tanah warga dengan Ukurun 7×14 dan sudah termasuk halaman 2 Meter.

Ia mengisahkan, bahwa berdirinya rumah doa tersebut di inisiasi oleh jemaat komunitas Suku Batak yang ada di Kecamatan Galang.

Sebelumnya, kata Utusan Majelis, jemaat Pos Pelayanan HKBP Anugerah Barelang melakukan Ibadah di rumah ke rumah jemaat, namun karena situasi Rumah jemaat tidak memadai untuk melakukan ibadah karena sempit, maka jemaat sepakat untuk mendirikan Rumah Doa tersebut.

“Pembangunan Rumah doa itu sesuai dengan kebutuhan jemaat tidak lebih dari itu,” ujarnya.

Liputan: T9 GROUP

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.