
BATAM – Wali Kota Batam H. Amsakar Achmad, membuka ruang dialog terbuka bersama tokoh masyarakat sebagai upaya mempererat komunikasi dan serap aspirasi warga dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Pertemuan silaturahmi ini berlangsung di Golden Prawn 933, Kecamatan Bengkong, Rabu (22/7/2026).
Berbagai isu strategis mengemuka dalam pertemuan tersebut, mulai dari pengembangan sektor pendidikan, kemudahan layanan pembayaran Uang Wajib Tahunan (UWT) BP Batam, hingga penguatan kolaborasi antarunsur masyarakat.
Usai sesi dialog, Ketua RW 02 Kelurahan Tanjungbuntung, Adi Khuswoyo, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kota Batam atas dukungan penyediaan lahan untuk pembangunan SMK Negeri 13. Menurutnya, kehadiran sekolah tersebut menjadi harapan besar masyarakat untuk memperluas akses pendidikan bagi generasi muda di lingkungannya.
Adi juga mengusulkan agar pemerintah menghadirkan mekanisme pembayaran UWT secara kolektif dengan skema yang lebih mudah dan terjangkau. Langkah ini dinilai penting untuk meringankan beban masyarakat sekaligus memperlancar proses administrasi pertanahan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Amsakar menegaskan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Hingga saat ini, Pemko Batam telah mengalokasikan dua bidang lahan untuk pembangunan sekolah menengah kejuruan sebagai wujud nyata komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Insyaallah, kalau soal pendidikan saya berdiri paling depan. Saya memberikan atensi besar terhadap pengembangan sumber daya manusia,” tegasnya.
Terkait usulan pembayaran UWT, Amsakar menjelaskan pihaknya terus mengembangkan konsep layanan “jemput bola” guna mempermudah masyarakat mengurus administrasi pertanahan, termasuk pembayaran kewajiban tersebut. Melalui pendekatan pelayanan yang lebih dekat, diharapkan proses berlangsung lebih mudah, cepat, dan efisien.
Capaian Kinerja Dihargai Pusat
Dalam kesempatan yang sama, Amsakar juga menyampaikan apresiasi yang diberikan Pemerintah Pusat terhadap berbagai capaian pembangunan Batam selama satu tahun lima bulan kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.
Sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif: pertumbuhan ekonomi melampaui rata-rata nasional, realisasi investasi mencapai Rp69,5 triliun atau melampaui target Rp60 triliun, angka kemiskinan turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang berada pada kategori sangat tinggi dan menempati peringkat kelima terbaik se-Pulau Sumatera.
“Semua capaian ini tidak mungkin diraih pemerintah sendiri. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat, terutama para tokoh masyarakat yang terus mendukung setiap kebijakan pemerintah,” ungkap Amsakar.
Editor: Arifin















