Abdul Hamid Rizal Bertemu dengan Menteri Kabinet Jokowi Bahas Potensi dan Keamanan Natuna

0
Advertisement

Natuna – Bupati Natuna Drs H Abdul Hamid Rizal Msi, melakukan pertemuan dengan beberapa Menteri Kabinet Presiden Joko Widodo. Selain itu, Hamid Rizal juga melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Jokowi di Osaka Jepang pada tanggal 28 hingga 29 Juni 2019. Pertemuan tersebut dilakukan sebelum dimulainya kegiatan GTT ke 20 di Osaka Jepang.

Kasubag antar Lembaga Ronnie Indra, Msi, selaku penghubung antara pemerintah Natuna dengan para menteri di Jakarta membenarkan pertemuan ini. “Iya, memang benar Bupati Natuna pada tanggal 28 Juni kemaren sempat melakukan pertemuan dengan beberapa menteri, untuk membahas tentang potensi Natuna dan keamanan di Natuna.

Abdul Hamid Rizal, juga memberikan keterangan yang sama, menurutnya, pertemuan ini dilakukan dengan beberapa Menteri Kabinet Jokowi, seperti Menteri Keuangan, Kemenlu, Menteri Kemaritiman, Menteri Dalam Negri, Kepala BKPM hingga dengan Badan Intelejan Negara, dalam hal membahas potensi Natuna kedepan, serta keamanan di Natuna.

“Tentu kita sangat mengetahui bawasanya Natuna merupakan wilayah terluar NKRI yang berbatasan dengan negara tetangga di Asean. Selain itu, Natuna juga merupakan wilayah yang mempuyai cadangan gas terbesar nomor 3 di dunia dan Nomor 1 di Asia,” katanya.

Lantas dengan hal itu, lanjut Hamid, menjaga Natuna agar menjadi lebih baik lagi kedepannya adalah prioritas, seperti membangun pelabuhan samudra, meningkatkan potensi perikanan, pembangunan pariwisata, pelabuhan exit entry point dan menata rapi infrastruktur yang ada.

“Untuk itu mulai saat ini, marilah kita bersama-sama membangun Natuna, sebab Natuna tidak mungkin bisa lebih baik, tanpa campur tangan dari semua pihak, untuk itu saya berharap semua stakeholder yang ada di Natuna bisa saling bahu membahu membangun Natuna kedepan ke arah yang lebih baik,” tutup Hamid. Hum

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.