Natuna – Bupati Natuna, Hamid Rizal meninjau langsung proses belajar mengajar setelah libur panjang akibat Pandemi Covid-19. Peninjauan tersebut dilakukan di Sekolah Dasar (SD) Negeri 01 Ranai, jalan Soekarno Hatta Ranai, Natuna, Provinsi Kepri.
BACA : Fraksi DPRD Natuna Setujui APBD Perubahan Natuna Tahun 2020 Sebesar 1,2 Triliun Rupiah
Bersama tim gugus tugas, Hamid langsung masuk ruangan. Bahkan Bupati, melakukan dialog dengan siswa terkait cita-citanya. Tak ada rasa canggung bagi anak didik, untuk menjawab orang nomor satu di Kabupaten Natuna itu.

Hamid Rizal mengaku, kunjungan kali ini, untuk melihat langsung tatap muka sekolah Perdana, dan bagaimana kesiapan sekolah dalam melakukan protokol kesehatan. Meski Natuna zero (zona hijau) kewaspadaan harus tetap dilakukan. Semua kegiatan harus dengan protokol kesehatan .
Menyikapi masih adanya masyarakat keluar rumah tanpa memakai masker, Hamid berencana akan membuat Perda, sehingga ada sanksi bagi warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan. “Secepatnya akan kita lakukan,” ucap Rizal.
Tempat sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Suherman, mengatakan, masuk perdana sekolah SD dan SMP telah diberlakukan di seluruh Kabupaten Natuna.
BACA : KMP Bahtera Nusantara 01 Buka Pelayaran Perdana Lintas Pulau Tujuh
Hal tersebut dilakukan, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) dari 4 Menteri. Diantaranya, Menteri Pendidikan, Meteri Dalam Negeri, Menteri Agama, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.
” Surat itu ditujukan bagi daerah zona hijau,” kata Suherman saat ditemui di lapangan sekolah SD N 01 Ranai, pada Senin 03 Agustus 2020. Meski demikian, pihaknya tetap menjalankan protokol kesehatan, dengan cara membatasi jumlah siswa. Artinya sekolah diberlakukan dua sip, dan jam belajar dikurangi. Maksimal 1 kelas 18 orang.
Siswa diwajibkan memakai masker, dan cuci tangan saat memasuki sekolah, serta dicek suhu badannya.

Diakuinya, masih ada siswa datang tidak memakai masker. Ini akibat kurangnya kesadaran dari orang tua. Akan tetapi pihak sekolah menyiapkan masker. Kita berharap Covid ini cepat berlalu. Kegiatan seperti ini tetap diberlakukan, hingga Covid-19 berlalu.
” Dengan menjaga jarak, rajin pakai masker, dan cuci tangan, jadi kebiasaan baru, sehingga terhindar dari wabah ini. Perlu diketahui, sekolah dibuka hasil rapat dan persetujuan dari gugus tugas. Jika suatu saat ada terinfeksi, maka gugus tugas ambil tindakan,” ucap Suherman.
Kepala Sekolah SD N 01 Ranai, Abdullah menambahkan jika sekolah memakai dua sistem. Mengingat jumlah siswa kelas I-VI, ada dua kelas, maka diberlakukan sistem daring. Jadi semua siswa tetap belajar.
Turut hadir pada kegiatan itu Kadisdik Natuna, Suherman, Ketua Gustu COVID-19 Kabupaten Natuna, Syawal. Danramil Bunguran Timur, Kapten Inf. Narta dan Kapolsek, Bunguran Timur Kompol Sibarani Babinsa, serta sejumlah pejabat lainnya dan Guru SDN 001 Ranai Natuna. Jims
















