Dari Sosialisasi L-PERKKINDO Bersama PLN Batam, Konsumen Diharapkan Membayar Rekening Tepat Waktu

0
54
Kegiatan Sosialisasi Peningkatan Konsumsi Tenaga Listrik dan Bahaya Penggunaan Listrik Ilegal di Kelurahan Sungai Binti Kecamatan Sagulung, Senin (29/4) 2019.

PLN Batam: Murni Swasta Tanpa Bantuan Pemerintah

Beritanusantaranews.com, Batam – L-PERKKINDO bekerjasama dengan PT PLN Batam, kembali  melakukan Kegiatan Sosialisasi Peningkatan Konsumsi Tenaga Listrik dan Bahaya Penggunaan Listrik Ilegal di Kelurahan Sungai Binti Kecamatan Sagulung, Senin (29/4)  2019.

Thomas menyebut, L-PERKKINDO merupakan bagian dari Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) adalah lembaga non pemerintah yang terdaftar dan diakui oleh pemerintah, mempunyai kegatan menangani perlindungan konsumen. Untuk mengetahui lebih jelas tentang L-PERKKINDO itu, Ketua L-PERKINDO itu membagikan lembaran tentang L-PERKKINDO termasuk panduan mengenai hak dan kewajiban konsumen listrik maupun hak dan kewajiban pelaku usaha listrik. .

Thomas AE memaparkan, kita sebagai konsumen listrik, sangat penting untuk memahami hak dan kewajibannya. Itu pula sebabnya, L-PERKKINDO sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang khusus menangani keluhan masyarakat konsumen listrik, sangat perduli untuk menampungnya dan selanjutnya diteruskan ke pihak PLN Batam. Selanjutnya dijelaskan, L-PERKKINDO siap 24 jam menampung keluhan masyarakat khusus tentang masalah kelistrikan. “Apapun yang terjadi tentang masalah kelistrikan, seperti pemadaman atau gangguan tehnis kelistrikan yang dialami masyarakat konsumen, L-PERKKINDO  siap menampung keluhan masyarakat 24 jam dan selanjutnya disampaikan ke PLN untuk segera diambil solusinya”, jelas Thomas.

Sementara Lurah Sungai Binti John Lee Dhan Cee dalam pembukaan sosialisasi itu mengatakan, apa yang dilakukan L-PERKKINDO bersama PLN Batam, kiranya bermanfaat bagi masyarakat untuk lebih mengetahui hak dan kewajibannya. Melalui acara sosialisasi ini, Lurah berharap apa yang belum diketahui secara jelas mengenai kelisrikan oleh masyarakat selama ini, khususnya masyarakat Kelurahan Sungai Binti dapat ditanyakan langsung dan tentunya memperoleh penjelasan yang lebih akurat dari sumbernya langsung, yaitu PLN maupun L-PERKKINDO. Usai memberikan sambutan  pembukaan dari Lurah, Ketua L-PERKINDO Thomas AE  mempersilahkan masyarakat bertanya langsung tentang keluhan kelistrikan yang terjadi selama ini, baik kepada L-PERKKINDO maupun kepada pegawai PLN yang hadir. Dari PLN sendiri, hadir Zulhendri dari area pelayanan Batu Aji yang berkantor di Sentosa Plaza (SP Plaza), Masri dari PLN Batam Centre dan Hasiholan dari area Batu Aji.

Sesi tanya jawab dari peserta pun berlangsung. Sitohang, salah seorang peserta menyakan tentang parameter atau ukuran pemberian kompensasi oleh PLN kepada masyarakat konsumen jika listrik sering padam. Sebab selama ini, sepengetahuannya, PLN belum pernah memberikan kompensasi kepada masyarakat, kendati listrik sering padam. Menjawab pertanyaan tersebut, Masri dari PLN menjelaskan, pemberian kompensasi diatur dalam Pergub (peraturan gubernur) nomor 21. Sebelum dijelaskan Masri, Thomas AE memberikan sedikit penjelasan, bahwa tidak semua pemadaman listrik harus diberikan kompensasi, tetapi ada ketentunnya.

Masri kemudian menjelaskan, bahwa pemberian kompensasi dari PLN kepada konsumen atas terjadinya pemadaman diatur dalam Pergub nomo 21bahwa apabila terjadi pemadaman lebih dari tiga jam dan tiga kali dalam satu hari, baru diberikan kompensasi. Aturan itu kata Masri bukan PLN yang membuatnya, tetapi berdasarkan Pergub 21. “Jika memang pemadaman tidak lebih dari tiga jam, maka tidak ada kompensasi yang diberikan, jelas Masri. Namun jika seandainya  terjadi pemadaman lebih dari tiga jam dan sampai terjadi tiga kali dalam sehari, maka besarnya kompensasi adalah memberi potongan sebesar 10 persen dari rekening yang akan dibayarkan,”tandas Masri lagi.

Sementara peserta lainnya menanyakan seputar adanya pilih kasih dalam permohonan untuk penyambungan arus listrik, terutama di kawasan ruli. Hal itu pernah terjadi di kampung baru Kelurahan Sungai Binti bahwa di satu ruli bisa tersambung, tetapi di ruli lainnya tidak bisa masuk aliran listik dari PLN. Pertanyaan itu kemudian dijawab  Zulhendri yang pada intinya menyebut, tidak ada diskriminasi dalam penyaluran aliran listrik. Hanya saja, PLN perlu mempertimbangkan azas legalitas status pemukiman. Namun kemudian setelah mendengar saran dari berbagai pihak, terutama dari Pemko maupun DPRD kawasan mana saja pun, termasuk ke ruli arus listrik bisa dialirkan.

Dikatakan dari masyarakat dua kelurahan, petugas PLN pun dengan sabar dan jelas menjawab stiap pertanyaan masyarakat. Bukti Panmggabean, humas PLN Batam, turut juga hadir dan meberikan penjelasaan. Sebelumnya, naik Ketua L-PERKOKNDO maupun petugas PLN Batam memaparkan  tentang hak dan kewajiban konsumen listrik maupun hak dan kewajiban pelaku usaha kelistrikan yang diatur dalam Undang-undang nomor 30 tahun 2009. Karenanya, Thomas berharap, kiranya pembayaran rekening listrik oleh masyarakat tepat waktu. Hak dan kewajiban pemegang ijin usaha penyedia tenaga kelistrikan juga diatur sesuai dengan Undang-undang nomor 30 tahun 2009 tentang kelistrikan.

Hal senada juga dijelaskan Hasiholan yang menyebut, jika ada kawasan ruli yang belum terlayani,  mungkin ada kendalanya. Seperti pemukiman yang jauh dari pinggir jalan dan penghuninya hanya beberapa orang. Sehingga untuk mengalirinya, tentu dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit untuk membangun tiang. Hasiholan juga menyebut, tidak ada diskriminasi dalam menyalurkan arus listrik dari PLN ke pemukiman, siapa saja pun yang mengajukan permohonan sepanjang memenuhi aturan, akan terlayani semuanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua L-PERKKINDO Thomas kembali menjelaskan tentang PT PLN Batam yang tidak sama dengan PT PLN diluar Kota Batam. PLN Batam saat ini adalah PT Pelayanan Listrik Nasional yang tidak mendapat bantuan dana atau subsidi dari pemerintah. Sementara di luar Batam, PT PLN adalah PT Perusahaan Listrik Negara yang mendapat subsidi dari pemerintah. Seperti di Kelurahan lainnya yang sudah diadakan sosialisasi sebelumnya, Thomas tak bosan-bosannya menjelaskan tentang status PT PLN Batam. Dijelaskan, bahwa awalnya tahun 70 an, PLN Batam ditangani oleh Pertamina saat itu Ketua OB dijabat oleh JB Sumarlin. Kemudian PLN ditangani oleh Otorita Batam. Selanjutnya beralih kepada PT PLN (Persero) wilayah khusus Batam.

Namun sejak tanggal 3 Oktober tahun 2000 PT PLN Batam yang merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero) pusat, adalah swasta murni. Karenanya, untuk eksistensi PLN Batam tergantung dari kelancaran pembayaran rekening para konsumen. Sebagai catatan, PT PLN Batam menggunakan gas sebagai bahan bakar sebesar 80 persen dan 20 persen lainnya menggunakan batu bara yang didatangkan dari Kalimantan.

Kelancaran pembayaran listrik oleh konsumen, sangat membantu kelangsungan atau eksistensi PLN Batam yang kita cintai bersama ini, tandas Thomas AE. “Jika pembayaran kita  sering telat, bahkan ada sampai menunggak, bagaimana PLN bisa memenuhi bahan bakar seperti membeli gas dan batu bara,” jelas Thomas.

“Kita sebagai masyarakat konsumen listrik, agar pembayaran rekening listrik setiap bulan dilakukan tepat waktu. Bahkan lebih baik di awal bulan sebelum tanggal 20. Sebab, bila konsumen bayar rekening tepat waktu, maka PLN Batam akan terus terang dan terang terus,”harap Thomas menambahkan.

Masri dari PLN juga mencatat, jumlah pelanggan bulan Maret lalu di area pelayanan Nagoya yang menunggak sebanyak 3900 pelanggan dengan nilai sebesar kurang lebih Rp2,6 miliar. Demikian juga di area pelayanan lainnya menunggak sampai 4000 konsumen dengan nilai Rp2,7 miliar, bagaimana PLN dapat memenuhi bahan bakar,  biaya pemeliharaan maupun gaji pegawai. Dari kelancaran pembayaran rekening setiap bulannya dari pelanggan itulah yang digunakan PLN Batam untuk membeli gas, batu bara dan gaji pegawai untuk memproduksi tenaga listrik.

Penyerahan Cendera mata oleh Lurah Sungai Binti.

Sesi terakhir dilanjutkan dengan kuis oleh Ketua L-PERKKINDO maupun dari PLN serta dari Lurah Sungai Binti. Bagi yang bisa tepat atau mendekati benar dalam memberikan jawaban dari kuis, masing diberikan cendera mata. Cendera mata diserahkan langsung Ketua L-PERKKINDO maupun Lurah Sungai Binti. (arifin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.