Dinas Pendidikan Taput Diminta Hentikan dan Bongkar Proyek PEN di Desa Silosung Kecamatan Simangumban

0
21

TAPANULI UTARA – Dinas pendidikan pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) diminta secepatnya membongkar bangunan Jamban beserta bangunan sanitasinya yang didirikan di lahan warga yang berada di Desa Silosung, Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara karena di sinyalir tidak memiliki legalitas lahan.

Hal itu dikatakan ahli waris sebidang lahan, Pantas Sianturi yang merupakan anak kandung dari pemilik lahan yakni Alm. Mangandar Sianturi. Rabu (20/1/2021) di Bilangan Kawasan Industri Cammo Batam Center, Kota Batam.

Proyek Pembangunan Jamban dan Bangunan Sanitasi di Desa Silosung, Kecamatan Simangumban.

Baca: Menunggu Perhatian Pemerintah Daerah, Dua Rumah Warga di Dapur Duabelas Kamboja Hampir Rata Diterjang Angin

Pantas Sianturi mengaku hingga saat ini belum ada dari pihak Dinas Pendidikan Taput ataupun pemerintah daerah mendatangi pemilik lahan (Keluarga Alm. Mangandar Sianturi) untuk meminta persetujuan kepada mereka yakni pemakaian lahan dan atas segala bangunan diatas tanah mereka.

” Kami tak merelakan pembangunan jamban diatas lahan tersebut karena sampai saat ini belum ada persetujuan bangunan jamban dari kami selaku ahli waris,” kata Pantas Sianturi yang merupakan anak kandung Alm. Mangandar Sianturi.

Ia mengatakan pembangunan jamban beserta bangunan sanitasi yang sedang berjalan saat ini merupakan proyek dari Dinas pendidikan Pemkab Tapanuli Utara, dimana anggarannya bersumber dari Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pembangunan jamban beserta sanitasinya tersebut sebelumnya telah di ingatkan oleh pemilik tanah supaya tidak dilanjutkan pengerjaannnya oleh pihak kontraktor pelaksana yakni CV. Era Global Mandiri, karena mengingat pemilik tanah (ahli waris), belum menyerahkan sebidang lahan tersebut kepada pemerintah yakni Dinas pendidikan Tapanuli Utara.

” Kami telah menyampaikan agar Dinas pendidikan tidak melanjutkan pembangunan jamban tersebut hingga membongkar bangunan yang sudah terlanjur dibangun. Ini kami sampaikan melalui Kordinator wilayah (Korwil) bidang pendidikan yang berbeda di Kecamatan Simangumban, dimana sebagai yang mewakili dinas pendidikan Tapanuli Utara.” Ungkapnya

“Saya telah meminta dengan baik kepada Dinas pendidikan Taput, melalui bapak korwil pak Wesli Sianipar supaya dinas pendidikan Taput dapat membongkar unit bangunan tersebut, mengingat kami pemilik tanah merasa belum pernah menyerahkan sebidang tanah kami kepada pemerintah kabupaten Tapanuli Utara. Jika kami sudah menyerahkan tidak mungkin kami menyuruh membongkarnya,” kata Pantas.

Ia juga menyampaikan, sebagai ahli waris, pembangunan yang ada selama ini telah melukai hati keluarga besar mereka
karena pemerintah yakni dinas pendidikan tidak pernah meminta persetujuan dari mereka para ahli waris atas segala pembangunan yang ada.

“Kita sangat kecewa kepada Dinas pendidikan Tapanuli Utara karena selama ini di setiap pembangunan yang ada, tidak pernah meminta persetujuan dari kita sebagai pemilik tanah, walau orang tua kami telah menyampaikan secara berulang, namun tidak menjadi pertimbangan bagi mereka pemilik proyek,” katanya.

Lebih lanjut, Pantas mengatakan pihak keluarga nya telah meminta dokumen atau izin pembangunan proyek PEN tersebut.” Jika memang ada dokumen nya kita dukung pembangunan itu. Namun sampai saat ini dokumen yang diminta tersebut belum ada,” jelasnya.

“Kami ahli waris masih menunggu dinas pendidikan melalui korwil pak Wesli untuk menunjukkan dokumen lahan yang mereka miliki. Kita juga masih menunggu informasi resmi dari Badan Pertanahan Tapanuli Utara. Dan sebelumnya kita sudah mengirimkan surat ke kantor BPN Taput.” Ungkapnya

Ironisnya, masih kata Pantas Sianturi bahwa pihak keluarga menerima informasi bahwa ada oknum kepsek mengajukan penerbitan sertifikat tanah atas bangunan yang ada saat ini, dimana telah ditanda tangani salah satu warga pendatang padahal tidak berhubungan dengan batas-batas tanah, serta pengajuan sertitifikat tersebut di ketahui kepala desa setempat. (Red/Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.