Jalan Berlumpur Sejak Tahun 2004, Jeritan Pahit Warga Kavling Bukit Kamboja Kecamatan Sagulung Saat Musrenbang

0
Wakil Walikota Baram, H Amsakar Achmad dan Beberapa Pimpinan OPD Batam Saat Musrenbang Kelurahan Sungai Pelunggut Kecamatan Sagulung, Selasa (4/2/2020) di Kawasan Komplek Pertokoan BBC.
Advertisement

Batam – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan kegiatan Pemerintah Kota Batam Tahun 2021 sudah dimulai sejak awal tahun ini. Kegiatan musrenbang akan mulai dilaksanakan di tingkat kelurahan. Pada tahap musrenbang kelurahan setiap kelurahan akan mengajukan usulan kegiatan baik yang akan diteruskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD), serta usulan percepatan infrastruktur kelurahan (PIK/P2K) yang akan dilaksanakan oleh kelurahan melalui pemberdayaan masyarakat.

Musrenbang Kelurahan Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung resmi di buka oleh Camat Sagulung, Reza Kadafi, Selasa (4/2/2020) di kawasan Komplek BBC. Acara Musrenbang tingkat kelurahan Sungai Pelunggut itu dihadiri wakil walikota Batam, Amsakar Ahcmad, Sumali dari anggota DPRD Kota Batam Komisi III, dan beberapa pimpinan SKPD Pemko Batam, Babinsa, Babinkantibmas Kelurahan Sungai Pelunggut, tokoh masyarakat, tokoh agama serta seluruh ketua RT dan RW se kelurahan Pelunggut.

Camat Sagulung Reza Kadafi menyampaikan pembangunan infrastruktur semenisasi mencapai 80 persen yang tersentuh PIK (percepatan infrastruktur kelurahan). Kemudian untuk drainase mencapai 40 persen.

” Jadi pembangunan infrastuktur semenisasi lebih mudah pengerjaannya dari drainase karena memang perbaikan drainase membutuhkan spesifikasi teknis karena ada titik titik yang harus dibongkar oleh masyarakat tetapi itu terus kita laksanakan perbaikan melalui PIK,” ujar Reza saat pembukaan Musrenbang Kelurahan Sungai Pelunggut.

Kemudian, Reza menyebutkan kelurahan sungai Pelunggut salah satu kelurahan yang mendapat program Kotaku (kota tanpa kumuh). Program Kotaku sangat banyak membantu pembangunan.

Sementara wakil walikota Batam, H Amsakar Ahcmad mengatakan segala bentuk usulan hari ini agar didiskusikan ditingkat kelurahan dan tingkat kecamatan. Ia mengajak agar usulan didiskusikan dengan bijak dan baik. Jangan sampai gontok gontokan.

Ia juga menyampaikan agar pengelolaan dana PIK dikelola dengan baik dan tepat sasaran. ” Tahun ini dana PIK sebesar 1.8 Miliar,” ucap Amsakar.

Warga RT 04 RW 15 Kavling Bukit Kamboja, Kecamatan Sagulung Saat Gotong Royong (Goro) Bersama, Minggu (2/2/2020).

Mewakili jeritan pahit warga RT.04/RW.15 Kelurahan Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung saat kegiatan Musrenbang berlangsung. Ketua RW15 Indra Umar mengatakan sejak tahun 2004 hingga saat ini sedikitpun belum ada tersentuh pembangunan infrastruktur semenisasi untuk permukiman kavling swadaya mulai dari Blok QQ sampai Blok B3 Kavling Bukit Kamboja.

Ia menyampaikan sudah berulang kali mengusulkan pembangunan infrastruktur semenisasi diwilayahnya. Namun hingga saat ini belum direalisasikan pembangunannya oleh pemerintah daerah.

” Usulan semenisasi ini sudah tiap tahunnya bahkan berulang kali kami usulkan tapi tak kunjung terealisasi. Disini kami memohon dan berharap kepada wakil walikota Batam yang sudah mendengarkan langsung keluhan ini agar diprioritaskan,” kata Indra di hadapan wakil walikota Batam saat Musrenbang. (go)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.