Kelemahan Pemda Terhadap Penertiban Peredaran Mikol di Kabupaten Karimun

0
Gudang distributor Minuman Alkohol Jenis Carshberg di Wilayah Pelipit, Kabupaten Karimun.
Advertisement

Karimun – Pemerintah melalui menteri perdagangan telah mengeluarkan peraturan untuk membatasi peredaran minuman alkohol golongan A yakni Minuman Alkohol (Mikol) dengan kadar 1 sampai dengan 5 %.

Hal itu tertuang dalam PERMENDAG NO 06/-DAG/PER /2015 tentang perubahan kedua atas peraturan menteri Perdagangan Nomor 20 /M-DAG/PER/4/ 2014  tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran dan penjualan minuman beralkohol.

Dalam pasal 22 nomor. 7 permohonan SKP-A untuk super market dan hypermarket dapat di lakukan oleh perusahaan yang berbentuk badan hukum, perseorangan ataupun persekutuan dengan melampirkan persyaratan :

A. Surat penunjukan dari distributor atau distributor sebagai pengecer.

B. Foto copy ijin usaha toko modren (IUTM).

C. Foto copy surat ijin tempat usaha.(SITU).

D. Ptocopy KTP penanggung jawap perusshaan.
E. Fakta integritas penjualan minuman beralkohol golongan A.

Salah satu yang diatur adalah terkait di larangnya mini market dan pengecer menjual minuman beralkohol dengan kadar di bawah 5 % atau jenis Bir. Peraturan ini mulai berlaku sejak 16 April 2015.

Dalam peraturan ini pemerintah juga mengharapkan kepada seluruh pemerintah daerah menerapkan peraturan ini dan membuat peraturan daerah (Perda) masing masing dalam hal membatasi  peredaran mikol ini karena dapat merusak generasi muda.

Harapan pemerintah aturan ini di jalankan secara tegas tanpa pandang bulu. Para pelaku yang melanggar aturan ini harus mendapat sanksi yang tegas, misalnya mencabut ijin usaha toko maupun super market yang menjualnya.

Pantauan Media ini dilapangan di wilayah Kabupaten Karimun, jenis minuman Bir ini sangat mudah ditemukan dan banyak beredar di toko toko maupun supermarket. Salah satunya jenis Carshberg sangat mudah ditemukan. Hal ini pelaku usaha dimana terkesan mengabaikan peraturan yang sudah dikeluarkan Pemerintah untuk mengatur perdagangan jenis Minuman Alkohol.

Menanggapi maraknya peredaran minuman beralkohol di Kabupaten Karimun, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah melalui Kepala Bidang, Fadlah tentang penerapan peraturan pemerintah tentang peredaran minuman beralkohol menyatakan maaf pak lagi di luar daerah. ” Masih di luar daerah silahkan ke pak Kadis aja,” ucap Fadlah melalui sambungan seluler. Kamis (22/01/2020).

Terpisah, salah seorang tokoh masyarakat Karimun yang tidak mau dipublis namanya menanggapi maraknya peredaran Mikol mengucapkan Kabupaten Karimun terkenal dengan Bumi Berazam, sudah selayaknya peredaran minuman beralkohol ini ditertipkan.

” Sudah saatnya pemerintah daerah harus tegas menertibkan peredaran minuman beralkohol bila perlu pemerintah mencabut ijin distributornya karena sudah lari dari tanggung jawabnya terhadap peredaran mikol ini agar peredaranya dapat di batasi,” pungkasnya. (Sajirun s)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.