Natuna – Pasangan Wan Siswandi-Rhodial Huda secara resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Natuna, pada hari Jumat, 04 September 2020 lalu. Maju pada Pilkada 2020, pasangan Wan Siswandi-Rodhial Huda atau disingkat WS-RH, diusung oleh Partai Hanura, PDI Perjuangan, Demokrat, Nasdem, PPP, Gerindra dan Perindo. Selain itu, juga didukung oleh PKB dan Partai Gelora.
BACA : Dapat Nomor Urut 2: Wan Siswandi-Rodial Huda, Membangun Natuna Menjadi Kabupaten Maju Yang Terutama
Wan Siswandi secara Profesional mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Natuna untuk maju sebagai Calon Bupati Natuna.
Ia juga memutuskan untuk mengakhiri karir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Langkah ini diambil karena dirinya maju sebagai kandidat Bupati Natuna, berpasangan dengan Rodhial Huda, seorang tokoh maritim kelas nasional.
Wan Siswandi merupakan salah satu putra terbaik yang dimiliki daerah ini. Jika ditilik ke belakang, prestasinya cukup gemilang sebagai birokrat murni di pemerintahan Kabupaten Natuna.
Siswandi merupakan buah hati dari pasangan suami istri Abdul Latif dan Wan Aminah. Lahir di desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur, pada tanggal 02 Januari 1969.
BACA : Petahana Apri Sujadi Dapat Nomor Urut 1
Siswandi berhasil menyelesaikan pendidikan dasar pada tahun 1983 di SD Negeri 009 Sepempang. Kemudian melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Ranai, serta lulus SMAN 1 Ranai pada tahun 1989.
Usai menyelesaikan jenjang pendidikan dasar hingga menengah, kemudian Ia melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi pada Universitas Islam Riau (UIR), meraih ijazah S1 hingga S2 di universitas yang sama Tahun 2009.
BACA : Rapat Pleno Terbuka: Pengundian Nomor Urut Calon Bupati dan Wabup Bintan
Sebenarnya, sosok pria bersahaja ini sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat. Pasalnya, ia telah malang melintang mengemban amanah sebagai pamong di lingkungan pemerintah Kabupaten Natuna.
Perjalanan karirnya dimulai dengan menjadi Kepala Desa (Kades) Sepempang, pada tahun 1997-2000. Menjalani dinas selama tiga tahun, ia pun memutuskan mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dan dinyatakan lulus sebagai PNS.
Karir gemilang Siswandi sebagai birokrat diawali dengan menjadi Sekretaris Lurah (Seklur), di Kelurahan Ranai, pada tahun 2003 sampai 2004.
Setelah itu, pada tahun 2004-2005, Siswandi menduduki jabatan sebagai Lurah Ranai. Sementara pada tahun 2005-2006, Ia pun sempat menjabat sebagai Camat Bunguran Timur.
Selanjutnya, Siswandi mengemban amanah sebagai Kepala Bagian Kepegawaian di Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna pada tahun 2006-2008.
Karirnya terus melejit, hingga diangkat menjadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tahun 2008-2011. Selanjutnya menjadi Kepala Dinas Perhubungan, Pos dan Telekomunikasi (Dishubpostel) tahun 2011-2016.
Tidak hanya itu, lelaki dikenal akrab dengan masyarakat ini juga sempat menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Natuna.
Puncak karir Siswandi pada tahun 2016, ketika ia diberi jabatan sebagai Sekda Natuna. Kurang lebih 4 tahun lamanya ia mengemban amanah tersebut.
BACA : Paripurna, 5 Ranperda Disetujui DPRD Natuna
Tepat pada Rabu, 19 Agustus 2020, Siswandi memutuskan mengundurkan diri sebagai Sekda Natuna, karena ia bertekad untuk membangun Natuna lebih baik kedepan, dengan mencalonkan diri sebagai kepala daerah pada Pemilu Kada serentak 9 Desember 2020 mendatang.
Pengunduran diri dari jabatan Sekda oleh Siswandi, sudah sesuai dengan amanat Undang-undang nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) jika mencalonkan diri sebagai kepala daerah.
Sementara itu, Rodhial Huda juga merupakan putra terbaik Natuna. Malang melintang di dunia maritim, membuatnya banyak koneksi baik di tingkat pusat maupun internasional. Tentu saja hal ini akan menjadi modal membangun Natuna lebih baik.
Satu per satu tahapan Pilkada sudah dilalui, WS-RH telah ditetapkan sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Natuna. Pasangan ini memperoleh nomor urut 2 pada agenda pemcabutan nomor undi yang dilaksanakan KPU Natuna.
Perpaduan birokrat murni dan tokoh maritim, diyakini bakal mampu mendongkrak kemajuan Natuna dimasa mendatang. Dengan doa dan dukungan seluruh masyarakat, bukan mustahil semboyan “Warga Sejahtera Rukun Harmonis” akan terwujud. (Jims)















