Usai Proses Hibah, Pemkot Batam Gesah Pembangunan Pasar Induk

0
Advertisement

Berita Nusantara News ~ Usai proses hibah aset BP ke Pemkot yakni mencakup bangunan dan lahan kantor Wali Kota Batam, bangunan dan lahan Masjid Agung Batam di Batam Center, Masjid Baiturrahman di Sekupang, Pasar Induk Jodoh dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur.

Walikota Batam Muhammad Rudi meminta 89 pedagang aktif yang berada dalam pasar induk dan 27 pedagang buah segera pindah ketempat kios sementara berada di belakang kios buah Jodoh.

“Kita sudah ke sana, masyarakat sudah kita kumpulkan beberapa orang. Saya minta hari ini mulai pindah. Seminggu ini harus sudah masuk (ke kios sementara) semua. Termasuk pasar buah sudah harus masuk situ,” kata Rudi usai meninjau Pasar Induk, dikutip di MCB. Senin (30/7).

Terhadap pedagang tersebut, Sebelumnya Satpol PP sudah lakukan sosialisasi dan memberikan surat peringatan untuk pindah ke kios sementara. Jumlah kios baru yang siap ditempati pedagang ada sekitar 200-an.

“Tiga bulan pertama gratis. Selanjutnya mereka sewa ke pemilik kios. Saya sudah minta Camat untuk dudukkan betul sama pemiliknya, supaya tidak ribut,” kata Rudi.

Pembagian ruang kios nanti akan dilakukan melalui pengundian nomor. Agar tidak ada yang berebut untuk mendapatkan posisi di depan.

Rudi mengatakan, setelah seluruh pedagang di dalam pasar induk keluar, Pemerintah Kota Batam akan memulai proses pembongkaran bangunan. Proses dimulai dengan menyelesaikan administrasi penghapusan aset.

“Setelah penghapusan aset baru kita buka. Kita bongkar semua karena bangunannya sudah miring,” ujarnya.

Pembangunan pasar induk baru nantinya akan menggunakan anggaran dari pusat. Pemko Batam melalui dinas terkait sudah mengirimkan surat ke Kementerian Perdagangan untuk bantuan pembangunan pasar ini.

“DED (detailed engineering design) tahun ini. Pembongkaran mudah-mudahan bisa tahun ini. Pembangunannya tergantung dari pusat. Tapi surat ke Kementerian Perdagangan sudah masuk,” sebutnya.

Pasar Induk ini rencananya akan dibangun dengan jumlah kios lebih dari 2.000 unit. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Zarefriadi mengatakan sejauh ini ada sekitar 1.808 pedagang kaki lima yang terdata. Terdiri dari 1.239 pedagang di Tos 3000 Jodoh, 139 pedagang Pasar Induk, dan 430 pedagang Jodoh Boulevard.(bnn_01)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.